Tinta Rakyat Nusantara.Com, PONTIANAK, KALBAR – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Aula Keriang Bandong, Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Rabu (22/7/2026).
Rapat yang dipimpin Gubernur Kalimantan Barat tersebut membahas berbagai strategi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat ketahanan pangan, serta mengantisipasi sejumlah faktor yang berpotensi mendorong inflasi pada semester II tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Kalbar menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kalimantan Barat secara umum masih aman dan kondusif.
Namun demikian, seluruh pihak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memperkuat sinergi dan langkah pencegahan sejak dini.
Kapolda juga mengungkapkan, sepanjang Juli 2026, Polda Kalbar telah menangani tiga kasus penimbunan bawang dan 37 kasus penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, praktik penjualan LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) serta dugaan penimbunan komoditas dan energi turut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan memicu inflasi.
“Kami akan terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi bahan pokok dan energi agar kebutuhan masyarakat tetap tersedia serta harga tetap terkendali. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah,” ujar Kapolda Kalbar.
High Level Meeting TPID tersebut menghasilkan sejumlah langkah strategis, di antaranya memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok, meningkatkan kerja sama antardaerah, serta memperkuat koordinasi dalam pengendalian inflasi.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas perekonomian Kalimantan Barat pada semester II tahun 2026.
(TRN/Red).

Komentar0