Tinta Rakyat Nusantara.Com, PONTIANAK – Kabar duka menyelimuti dunia pers Kalimantan Barat. Wartawan senior sekaligus mantan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat, Abdul Hamid Katoi bin Katoi atau yang akrab disapa A. Hamid Katoi, meninggal dunia pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB setelah mengalami sakit. Almarhum wafat pada usia 84 tahun.
Kabar wafatnya tokoh pers senior tersebut disampaikan Zainul Irwansyah, SE, yang akrab disapa Buyung. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan dan perkembangan PWI Kalimantan Barat.
“Saya mendapatkan kabar duka ini dari keluarga almarhum dan rekan-rekan wartawan senior Kalimantan Barat. Saya sangat mengenal beliau. Kami sama-sama membesarkan PWI Kalbar sejak era Presiden Soeharto,” ujar Buyung.
Buyung mengenang almarhum sebagai pribadi yang tegas, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap profesi jurnalistik serta organisasi kewartawanan.
Sebelum menekuni dunia pers secara penuh, almarhum diketahui pernah mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Namun, ia kemudian memilih pensiun dini untuk lebih fokus mengabdikan diri di bidang jurnalistik.
“Setelah pensiun dini, beliau memfokuskan diri pada dunia pers. Beliau mendedikasikan dirinya hingga akhir hayat sebagai wartawan yang berintegritas dan tegas,” tambahnya.
Menurut Buyung, kontribusi almarhum dalam membangun fondasi organisasi PWI Kalbar memberikan pengaruh besar bagi perkembangan profesi wartawan di daerah tersebut hingga saat ini.
“Kita sangat bersyukur marwah organisasi yang telah kami bangun bersama rekan-rekan senior terdahulu masih tetap terjaga dengan baik. Alhamdulillah, hingga saat ini PWI masih tetap tegak di Kalimantan Barat dengan marwahnya serta menjadi rumah besar bagi wartawan di Kalimantan Barat. Almarhum Hamid Katoi merupakan pemegang kartu PWI seumur hidup,” ungkapnya.
Kepergian A. Hamid Katoi menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, dan insan pers Kalimantan Barat yang mengenalnya sebagai sosok berpengalaman, berdedikasi, serta konsisten menjaga nilai-nilai profesionalisme dalam dunia jurnalistik.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kesabaran." Amiin.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan wartawan senior PWI Kalbar, Syarif Dwi Kurniawan atau yang akrab disapa Bang Iwan. Ia mengaku sangat kehilangan atas wafatnya sosok yang telah dikenalnya sejak tahun 2005 tersebut.
“Saya merasa sangat kehilangan atas kepergian beliau. Saya mengenang masa-masa berkumpul sambil bercanda bersama beliau dan kawan-kawan PWI," tutur Bang Iwan.
Ia menambahkan, selama bertahun-tahun dirinya kerap melakukan peliputan bersama almarhum ke berbagai daerah di Kalimantan Barat.
“Banyak kenangan bersama almarhum, baik di kantor PWI maupun saat bertugas di luar kota. Beliau adalah sosok senior yang ramah dan memiliki pengalaman jurnalistik yang sangat berharga,” kenangnya.
Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Tabrani Ahmad, Komplek Ari Karya IX Nomor A-53, Kota Pontianak.
Kepergian A. Hamid Katoi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PWI Kalimantan Barat dan insan pers di daerah yang selama ini mengenalnya sebagai wartawan senior yang konsisten menjaga integritas, profesionalisme, serta marwah organisasi kewartawanan.
(Redaksi Tinta Rakyat Nusantara)

Komentar0