GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

SDN 35 Pontianak Selatan Gelar Festival Literasi Berceloteh Melayu, Lestarikan Budaya dan Bangun Kepercayaan Diri Siswa


Tinta Rakyat Nusantara.Com, PONTIANAK – SD Negeri 35 Pontianak Selatan menggelar Festival Literasi Berceloteh Melayu bertajuk "Menjaga Identitas, Menumbuhkan Keberanian Generasi Muda" di halaman sekolah, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi upaya sekolah dalam menanamkan budaya literasi sekaligus melestarikan Bahasa Melayu Pontianak di kalangan generasi muda.

Kepala SDN 35 Pontianak Selatan, Dr. Herwulan Irine Purnama, M.Pd., menjelaskan bahwa festival tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya penggunaan Bahasa Melayu Pontianak di lingkungan anak-anak akibat derasnya pengaruh globalisasi dan perkembangan media sosial.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk berani berbicara, menyampaikan gagasan, dan mengekspresikan diri menggunakan Bahasa Melayu Pontianak yang santun serta menjadi bagian dari identitas budaya mereka," ujarnya.

Festival diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kelas. Para peserta terbagi dalam kategori kelas rendah dan kelas tinggi yang memperebutkan juara 1, 2, dan 3.

Menurut Herwulan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan program unggulan sekolah bernama LIGALIMA (Literasi Tiga Lima), yakni program pembiasaan literasi yang dilaksanakan setiap Rabu pagi selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai.

Dalam program tersebut, siswa diajak membaca, menceritakan kembali isi bacaan, berbagi pengalaman, hingga menuliskan gagasan dan perasaan mereka. Kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan membaca, berbicara, menulis, berpikir kritis, serta memperkuat aspek sosial emosional peserta didik.

Festival Literasi Berceloteh Melayu menjadi puncak dari proses pembiasaan tersebut. Para siswa ditantang untuk mengolah gagasan dan menyampaikannya secara menarik di hadapan audiens menggunakan nuansa Bahasa Melayu Pontianak.

Panitia menetapkan tiga tema utama yang dekat dengan kehidupan siswa, yakni "Teman Baik, Sekolah Asyik", "Sekolah Hijau, Belajar Jadi Seru", dan "Jajanan Sehat, Badan Kuat". Melalui tema-tema tersebut, siswa diajak memahami pentingnya pertemanan sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta pola konsumsi makanan yang sehat dan aman.

Tak hanya fokus pada literasi, kegiatan ini juga terintegrasi dengan program kokurikuler kelas V bertema "Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Sedari Dini melalui Market Day".

Pada kegiatan tersebut, siswa mengelola stan usaha sederhana yang menjual berbagai produk makanan. Mereka belajar mengenai proses produksi, promosi, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan keuangan dan perhitungan keuntungan usaha.

"Kami ingin pendidikan dasar mampu mengembangkan potensi anak secara utuh, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga kreativitas, komunikasi, kerja sama, dan jiwa kewirausahaan," tambah Herwulan.

Ia berharap Festival Literasi Berceloteh Melayu dapat menjadi sarana pelestarian budaya lokal sekaligus melahirkan generasi yang literat, komunikatif, percaya diri, berkarakter, dan bangga terhadap budaya Melayu Pontianak.

"Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, kemajuan tidak boleh membuat kita kehilangan akar budaya. Justru dari akar budaya yang kuat akan lahir generasi yang mampu bersaing secara global tanpa melupakan jati dirinya," pungkasnya.

(Ria/ Editor:Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.