Tinta Rakyat Nusantara.Com, Tapanuli Selatan – PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) menggelar sosialisasi pengisian awal (impounding) Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru berkapasitas 510 megawatt (MW) sebagai bagian dari Program Kesiapsiagaan Masyarakat dan Keselamatan Bendungan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, tersebut diikuti 98 peserta yang berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga di sekitar kawasan proyek.
Sosialisasi juga dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sipirok, hingga pemerintah desa. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari koordinasi untuk memastikan proses pengisian awal waduk berlangsung aman dan dipahami masyarakat.
Manajer Sosial Komunikasi PT NSHE, Arie Dedy Puspita, mengatakan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun komunikasi yang terbuka sekaligus memenuhi ketentuan regulasi.
"Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen PT NSHE untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai proses pengisian awal waduk, aspek keselamatan bendungan, serta langkah-langkah mitigasi yang telah dipersiapkan. Kami berharap komunikasi yang terbuka dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung kelancaran proses impounding sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar area proyek," ujarnya.
Acara diawali dengan sambutan Camat Sipirok, Danramil 03 Sipirok, manajemen PLTA Batangtoru, serta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan. Selanjutnya peserta menerima pemaparan mengenai kesiapan teknis bendungan, rencana pengisian awal waduk, sistem keselamatan bendungan, serta menyaksikan video profil PLTA Batangtoru dan simulasi Rencana Tindak Darurat (RTD).
Manajemen PLTA Batangtoru menjelaskan bahwa seluruh struktur utama bendungan, sistem hidromekanikal, dan fasilitas pendukung telah selesai dibangun serta melewati serangkaian pengujian sesuai standar teknis. Pengisian awal waduk dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada pekan pertama hingga pekan ketiga Juli 2026 selama sekitar dua minggu.
Selama proses impounding, debit aliran Sungai Batangtoru menuju wilayah hilir akan tetap dijaga sesuai ketentuan sehingga tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai.
Sebagai langkah peningkatan keselamatan, PT NSHE juga memasang papan informasi dan rambu peringatan di lima titik strategis di kawasan hulu bendungan. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan informasi mengenai area genangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat selama proses pengisian awal waduk.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai masukan, mulai dari penyelesaian pengadaan lahan, mekanisme pengaduan, peluang kerja bagi warga lokal, hingga pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurut perusahaan, seluruh aspirasi tersebut akan didokumentasikan dan ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait.
PT NSHE menegaskan keberhasilan proses impounding tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis bendungan, tetapi juga kesiapan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, perusahaan menyatakan akan terus mengedepankan prinsip keterbukaan, keselamatan, dan kolaborasi bersama pemerintah serta masyarakat agar setiap tahapan menuju operasional PLTA Batangtoru dapat berjalan aman, lancar, dan mendukung penyediaan energi bersih yang berkelanjutan di Indonesia. (Tim Liputan)

Komentar0