GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Mantan Kombatan GAM Wilayah 05 Idi Dirujuk ke RSJ Banda Aceh


Tinta Rakyat Nusantara.Com, ACEH TIMUR – Jailani alias Tiem-tiem, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah 05 Idi yang berasal dari Gampong Lhok Panjoe, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, Rabu (24/6/2026).

Menurut keterangan keluarga, Jailani diduga mengalami gangguan kejiwaan yang telah dideritanya dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut disebut kerap memengaruhi perilakunya terhadap keluarga, termasuk bersikap kasar kepada istri dan anak-anaknya. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia dilaporkan melarang istri dan anaknya masuk ke dalam rumah.

Nuraini, istri Jailani, mengatakan bahwa berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, baik melalui pengobatan tradisional maupun medis. Namun hingga kini kondisi suaminya belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Penyakit yang dialami suami saya sudah cukup lama. Berbagai cara pengobatan sudah pernah dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil. Karena itu, keluarga memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh,” ujar Nuraini.

Proses evakuasi pasien dilakukan menggunakan ambulans Relawan PAS menuju RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan awal.

Setelah mendapatkan pemeriksaan medis, pasien selanjutnya dirujuk ke RSJ Banda Aceh menggunakan ambulans milik rumah sakit guna memperoleh penanganan yang lebih intensif.

Di tengah cobaan yang dihadapi keluarga, Nuraini mengaku harus berjuang seorang diri membesarkan dua anaknya yang masih bersekolah. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, ia juga harus mendampingi suaminya selama menjalani proses pengobatan.

Ia berharap suaminya dapat memperoleh perawatan yang maksimal sehingga kondisi kesehatannya berangsur membaik dan dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga seperti sediakala.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses evakuasi melibatkan pihak keluarga, petugas Puskesmas Darul Ihsan, perangkat gampong, Babinsa, serta anggota Polsek setempat. Keterlibatan sejumlah pihak tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila yang bersangkutan menunjukkan perilaku agresif selama proses evakuasi.

(Tim Liputan).

Komentar0

Type above and press Enter to search.