Tinta Rakyat Nusantara.Com, Jakarta - Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) merupakan organisasi otonom di mana memiliki AD/ART sendiri sehingga mempunyai kemandirian dan kebebasan melakukan kegiatan. Meski demikian semua arah organisasi harus berada di bawah kebijakan partai.
Ungkapan demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Transmigrasi sekaligus Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi saat menerima Panitia Kongres VII BM PAN, Jakarta, 11/6/2026. Organisasi anak muda ini hendak menggelar kongres di Banten pada 10 hingga 12 Juli 2026. Dikatakan oleh Ketua SC Kongres BM PAN Abdul Munir sebelum kongres mereka mengadakan berbagai macam kegiatan seperti debat kandidat dan melakukan kunjungan ke para politisi PAN yang duduk di lembaga legislatif maupun eksekutif.
Lebih lanjut Viva Yoga mengatakan keberadaan BM PAN sangat penting dalam melanjutkan perkaderan partai. Dirinya senang struktur partai sudah berada di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. “Jadi BM PAN sangat signifikan menjadi bagian dari proses perkaderan partai”, ujarnya. Meski demikian organisasi ini perlu terus didorong dan ditingkatkan peran dan kiprahnya.
Viva Yoga berpesan dalam kongres, kandidat yang ada bertarung dengan fair. Diingatkan enam kandidat yang hendak memperebutkan kursi ketua umum menghindarkan praktek-praktek politik uang. “Jangan begitulah (melakukan money politic)”, tegasnya.
Hal demikian ditegaskan agar PAN menjadi partai yang modern. “Menjadikan PAN sebagai partai modern merupakan keinginan dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan”, tuturnya. Disebutkan ciri-ciri partai modern itu adalah memiliki ideologi yang jelas. Ideologi partai ini berlandaskan pada nilai, keyakinan, dan pedoman hidup yang ada di masyarakat. “Dasarnya Pancasila, asasnya pedoman agama yang membawa rahmat bagi sekalian alam”, ucap mantan Presidium MN KAHMI itu.
Selain ideologi, partai modern harus memiliki struktur partai sampai ke tingkat desa. Bila struktur organisasi tidak dimiliki maka keberadaan partai bisa hilang. Kemudian untuk membangun partai modern pentingnya ada kaderisasi. “Bila tidak ada kaderisasi maka kepemimpinan tidak akan berlanjut”, ujarnya. “Kaderisasi merupakan garda terdepan dalam keberlanjutan organisasi”, tambahnya.
Dari sinilah menurutnya pentingnya kehadiran BM PAN sebagai sumber insani perkaderan. Untuk itu Viva Yoga mendorong agar para anggota dan kader kompak. Meski ada kompetisi namun semua tetap terkendali, tidak destruktif, namun harus konstruktif. “Sebagai wadah pengembangan gagasan, ide, dan intelektualitas yang perlu dijaga”, kata pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu. (Tim/TRN)




Komentar0