Tinta Rakyat Nusantara.Com, PANYABUNGAN – Kepala Desa Lubuk Bondar Panjang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Irwansyah Lubis, memberikan klarifikasi terkait viralnya pemberitaan mengenai kerusakan jalan desa yang dikaitkan dengan insiden kecelakaan yang melibatkan rombongan warga beberapa waktu lalu.
Dalam keterangannya kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp, Selasa (2/6/2026), Irwansyah menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang dinilainya berperan sebagai mitra strategis sekaligus kontrol sosial dalam mengawal pembangunan desa.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas peran pers sebagai pilar keempat demokrasi dalam mengawal proses pembangunan. Namun kami berharap pemberitaan dapat dilakukan secara objektif dan proporsional demi keberimbangan informasi yang sehat dan konstruktif,” ujarnya.
Irwansyah menegaskan bahwa pemerintah desa tidak pernah menutup mata terhadap kondisi jalan yang rusak. Menurutnya, usulan perbaikan infrastruktur jalan selalu masuk dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), namun keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
Ia menjelaskan bahwa Dana Desa harus dibagi untuk berbagai program prioritas, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), ketahanan pangan, penanganan stunting, program Koperasi Merah Putih, pembangunan PAUD, hingga penyediaan sarana listrik karena wilayah desa belum sepenuhnya terlayani jaringan PLN pada tahun 2025.
“Tidak semua kerusakan infrastruktur bisa langsung diperbaiki karena keterbatasan anggaran dan adanya skala prioritas pembangunan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Meski demikian, Irwansyah memastikan pemerintah desa telah mengalokasikan rencana perbaikan ruas jalan sepanjang 100 meter melalui APBDes Tahun 2026. Ia juga menegaskan bahwa proses penggunaan anggaran desa harus melalui mekanisme perencanaan dan persetujuan yang ketat.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak diperparah oleh struktur tanah yang labil, faktor cuaca, serta medan yang cukup berat sehingga membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Sebagai langkah cepat, pemerintah desa telah menggelar musyawarah bersama masyarakat dan menyepakati pelaksanaan gotong royong untuk memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Rabu (3/6/2026).
“Warga telah sepakat untuk melaksanakan gotong royong sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi jalan yang ada,” katanya.
Irwansyah juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, DPRD, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak terkait lainnya agar persoalan infrastruktur jalan di wilayahnya dapat memperoleh perhatian lebih besar melalui anggaran daerah.
Terkait insiden kecelakaan yang menimpa rombongan pelayat yang menggunakan mobil pikap, Irwansyah menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam.
“Tidak ada yang menginginkan musibah itu terjadi. Kami turut berduka dan mendoakan para korban yang mengalami luka agar segera pulih,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah desa turut membantu proses evakuasi korban pada hari kejadian serta memberikan bantuan biaya pengobatan awal di tempat praktik dokter di Kelurahan Muara Soma.
Selain itu, pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Hatupangan dan pihak kecamatan guna mencari solusi terbaik pasca kejadian tersebut.
Dalam waktu dekat, pemerintah desa berencana menggelar musyawarah bersama keluarga korban sebagai bentuk silaturahmi dan upaya mempererat komunikasi.
“Kami akan duduk bersama dengan keluarga korban. Musibah yang menimpa saudara-saudara kita adalah duka bersama yang harus kita hadapi dengan kebersamaan,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, Irwansyah mengajak masyarakat untuk mengedepankan empati dan solidaritas terhadap para korban serta keluarga yang terdampak.
“Mari kita tunjukkan kepedulian dan kebersamaan. Jika tidak dapat membantu secara materi, setidaknya doa dan dukungan moral sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi musibah,” pungkasnya.
Naskah ini menempatkan klarifikasi Kepala Desa sebagai fokus utama berita sekaligus tetap memuat informasi mengenai kondisi jalan rusak, keterbatasan anggaran, serta respons pemerintah desa terhadap insiden kecelakaan yang terjadi. (Tim)


Komentar0