GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Hutbah Jumat di Masjid Al-Muhajirin PLBN Entikong Angkat Makna Hari Asyura


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Sanggau, Kalimantan Barat – 19 Juni 2026 – Khatib Jumat di Masjid Al-Muhajirin PLBN Entikong, Al-Ustadz Wijianto, menyampaikan khutbah bertema Hari Asyura yang mengajak jamaah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui refleksi sejarah para nabi serta amalan-amalan sunnah.

Dalam khutbahnya, Al-Ustadz Wijianto mengawali dengan mengajak seluruh jamaah untuk bersyukur atas nikmat kesehatan, umur panjang, dan kesempatan menunaikan ibadah salat Jumat secara berjamaah.

Beliau kemudian mengisahkan perjuangan Nabi Musa AS dalam berdakwah kepada Raja Fir'aun yang menolak ajaran tauhid. Diceritakan bahwa Fir'aun menantang Nabi Musa AS dengan menghadirkan para ahli sihir kerajaan. Atas izin Allah SWT, tongkat Nabi Musa AS berubah menjadi ular besar yang menelan seluruh ular hasil sihir para penyihir, sehingga menunjukkan kebenaran mukjizat yang diberikan Allah SWT.

Kisah tersebut berlanjut hingga peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dan para pengikutnya saat dikejar oleh pasukan Fir'aun. Dengan izin Allah SWT, Laut Merah terbelah sehingga Nabi Musa AS bersama umatnya dapat menyeberang dengan selamat. Ketika Fir'aun dan pasukannya menyusul, Allah SWT menutup kembali lautan tersebut sehingga Fir'aun dan tentaranya tenggelam.

Menurut Al-Ustadz Wijianto, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi umat manusia tentang kekuasaan Allah SWT dan akibat yang akan diterima oleh mereka yang menolak kebenaran serta berlaku sombong.

Pada bagian akhir khutbah, beliau mengajak kaum muslimin untuk memperingati Hari Asyura dengan meningkatkan ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunnah sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam. Menurutnya, momentum Asyura dapat menjadi sarana untuk memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Sudah sepantasnya kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW bersyukur atas rahmat dan nikmat Allah SWT yang begitu banyak. Mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan dengan memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa sunnah di bulan Muharram," pesannya.

Khutbah ditutup dengan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, rahmat, kesehatan, serta keberkahan kepada seluruh umat Islam, sekaligus mengirimkan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa cahaya dan petunjuk bagi umat manusia hingga akhir zaman.

(VJ/ Editor:Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.