Tinta Rakyat Nusantara.Com, MANDAILING NATAL – Dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memberantas praktik mafia tambang terus menguat. Masyarakat meminta aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal.
Permintaan tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang tengah memperkuat penegakan hukum di sektor sumber daya alam. Langkah itu juga dianggap penting untuk mewujudkan tata kelola pertambangan yang bersih, transparan, berkeadilan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.
Perhatian publik terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah Hutabargot meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Selain diduga menimbulkan dampak lingkungan, aktivitas tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai aliran dana dan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan tersebut.
Nasaruddin, kader muda Partai Golkar, menilai penegakan hukum tidak cukup hanya menyasar pelaku pertambangan ilegal di lapangan. Menurutnya, aparat penegak hukum juga perlu mendalami dugaan aliran dana hasil tambang ilegal yang berpotensi mengarah pada tindak pidana pencucian uang.
“Sejalan dengan komitmen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam pemberantasan tambang ilegal, perhatian khusus perlu diberikan terhadap dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin yang terjadi di wilayah Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal,” ujar Nasaruddin.
Ia menambahkan bahwa Kejaksaan Negeri Mandailing Natal dan PPATK diharapkan dapat melakukan pendalaman serta penegakan hukum secara menyeluruh, tidak hanya terhadap para pelaku pertambangan ilegal, tetapi juga terhadap dugaan tindak pidana pencucian uang yang bersumber dari hasil kegiatan tersebut.
Menurutnya, pengungkapan dugaan TPPU merupakan bagian penting dalam memutus mata rantai kejahatan pertambangan ilegal. Dengan menelusuri sumber, pergerakan, hingga penggunaan dana yang diduga berasal dari aktivitas ilegal, aparat penegak hukum dapat mengoptimalkan upaya pemulihan kerugian negara sekaligus memperkuat efek jera bagi pihak-pihak yang terlibat.
Selain aspek hukum, penegakan hukum yang komprehensif juga dinilai penting untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Aktivitas pertambangan tanpa izin kerap menjadi sorotan karena berpotensi merusak ekosistem, mencemari aliran sungai, serta mengancam keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi hak masyarakat.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah dalam mengusut setiap dugaan pelanggaran hukum di sektor pertambangan. Langkah tegas terhadap pelaku tambang ilegal dan pihak-pihak yang menikmati hasil kejahatan tersebut diyakini menjadi bagian penting dalam mendukung agenda nasional pemberantasan mafia tambang.
(Tim)

Komentar0