GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

7 Bulan Pasca Banjir, Korban di Aceh Timur Pertanyakan Kejelasan Bantuan Jadup dan Stimulan


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Aceh Timur – Tujuh bulan setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Timur, masyarakat terdampak mulai mempertanyakan kejelasan realisasi berbagai bantuan yang hingga kini belum mereka terima, Rabu (17/6/2026).

Keluhan datang dari para pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta warga korban banjir yang masih menunggu kepastian bantuan pemulihan ekonomi maupun bantuan pascabencana.

Salah seorang pedagang di ibu kota Kabupaten Aceh Timur yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial I mengaku kondisi usahanya semakin sulit akibat modal yang terus menipis pasca banjir.

"Kami sudah hampir tujuh bulan pasca banjir. Modal usaha sudah menipis bahkan ada yang habis. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan bantuan UMKM maupun bantuan korban banjir akan direalisasikan. Kami tidak tahu harus mengadu ke mana lagi," ujarnya kepada media.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Pusat segera memberikan kepastian terkait bantuan yang sangat dinantikan para pelaku usaha terdampak.

Keluhan serupa disampaikan M, seorang pengusaha pangkas rambut di Aceh Timur. Menurutnya, belum adanya bantuan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan mempertahankan usaha mereka.

"Kami sudah lelah menunggu. Modal usaha semakin berkurang, sementara bantuan UMKM dan bantuan pasca banjir belum juga cair. Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian agar para pelaku usaha kecil bisa bangkit kembali dan meningkatkan perekonomian keluarga," katanya.

Para pelaku UMKM berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan mempercepat proses penyaluran bantuan agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak setelah terdampak bencana.

Pertanyaan Soal Jadup dan Stimulan

Selain bantuan bagi pelaku usaha, masyarakat korban banjir juga mempertanyakan kelanjutan bantuan Jaminan Hidup (Jadup), stimulan, serta bantuan perbaikan rumah yang rusak akibat banjir.

Seorang warga Kecamatan Pante Bidari menyebut hingga saat ini masyarakat masih menunggu kejelasan terkait tahapan lanjutan bantuan tersebut.

"Masyarakat masih bertanya-tanya apakah bantuan banjir seperti Jadup, stimulan, dan bantuan kerusakan rumah masih ada kelanjutannya. Untuk 7.643 penerima yang sudah tercatat, masyarakat ingin mengetahui kapan tahap berikutnya akan direalisasikan," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah sebelumnya menyampaikan komitmen untuk memperjuangkan hak sekitar 41 ribu korban banjir di Aceh Timur. Namun hingga kini, masyarakat belum memperoleh informasi yang pasti mengenai kelanjutan program bantuan tersebut.

"Kami berharap akan ada bantuan dari pemerintah, walaupun hanya Jadup ataupun stimulan. Di beberapa kabupaten lain di Aceh, bantuan sudah memasuki tahap ketiga dan sebagian besar telah direalisasikan. Sementara di Aceh Timur seperti berjalan di tempat," katanya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus berkoordinasi dan mendesak pemerintah pusat agar hak-hak korban banjir dapat segera direalisasikan.

"Harapan kami, pemerintah terus memperjuangkan bantuan bagi korban banjir sehingga masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal," pungkasnya.

(Zainal/Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.