Tinta Rakyat Nusantara.Com, Aceh Timur – Pencabutan Peraturan Gubernur terkait pelaksanaan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dinilai sebagai langkah bijak yang patut diapresiasi. Ketua Komisi III DPRK Aceh Timur, Zulfahmi, menyebut keputusan tersebut mencerminkan sikap pemerintah yang mau mendengar aspirasi masyarakat demi menjaga stabilitas daerah.
“Pencabutan Pergub JKA patut kita hormati sebagai bagian dari proses evaluasi dan penyesuaian kebijakan demi menjaga stabilitas serta keseimbangan Aceh ke depan,” ujar Zulfahmi.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh, khususnya Gubernur Aceh, dalam mengambil keputusan tersebut. Menurutnya, pencabutan Pergub menunjukkan kehadiran pemerintah dalam merespons kondisi riil yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Zulfahmi menegaskan, saat ini seluruh pihak perlu kembali memusatkan perhatian pada persoalan yang lebih mendesak dan dirasakan langsung oleh masyarakat, yakni percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) di berbagai wilayah Aceh.
“Aceh hari ini membutuhkan energi bersama untuk membangun, memulihkan, dan memastikan program-program pembangunan berjalan maksimal. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian terhadap infrastruktur, fasilitas pelayanan publik, pemulihan ekonomi rakyat, serta pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen pemerintah, legislatif, dan masyarakat untuk menjaga keseimbangan Aceh dengan mengedepankan persatuan, stabilitas, dan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan lainnya.
Menurutnya, polemik berkepanjangan hanya akan menguras energi daerah dan menghambat proses pembangunan yang sedang berjalan.
“Sudah saatnya seluruh elemen pemerintah, legislatif, dan masyarakat berjalan searah untuk memastikan program rehab rekon terlaksana efektif, efisien, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh,” tegasnya.
Zulfahmi berharap Aceh tetap kondusif agar pembangunan dapat terus berjalan dan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama. Dengan kebersamaan dan fokus pada kepentingan rakyat, ia optimistis Aceh mampu menghadapi berbagai tantangan dan bergerak menuju pembangunan yang lebih baik serta berkeadilan.
(Zainal/ Editor:Red).

Komentar0