GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Pemerintah Dorong Pembelajaran Bahasa Prancis untuk Perkuat Kompetensi Global Pelajar Indonesia

Presiden RI, Prabowo Subianto


Tinta Rakyat Nusantara.Com, JAKARTA – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia memasuki babak baru. Pemerintah mulai mendorong penguasaan bahasa asing yang lebih beragam, termasuk bahasa Prancis, sebagai bagian dari strategi mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global yang semakin terbuka.

Gagasan tersebut mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong perluasan pembelajaran bahasa Prancis di berbagai jenjang pendidikan. Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing pelajar Indonesia di tingkat internasional.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan kemampuan berbahasa asing saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting di era globalisasi.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga kemampuan masyarakatnya berkomunikasi lintas negara dan budaya.

“Dalam dunia yang semakin terhubung, keterampilan berbahasa menjadi salah satu kunci agar generasi muda mampu bersaing dan menjangkau peluang yang lebih luas,” ujar Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Qodari menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa asing di sekolah bukan hal baru. Selama ini berbagai lembaga pendidikan telah menyediakan pilihan bahasa internasional seperti bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan sejumlah bahasa lainnya sesuai kebutuhan serta minat peserta didik.

Karena itu, penguatan pembelajaran bahasa Prancis dipandang sebagai upaya memperluas akses terhadap bahasa-bahasa global, bukan menggantikan bahasa asing yang telah diajarkan sebelumnya.

Bahasa Prancis memiliki posisi strategis di tingkat internasional. Selain digunakan di berbagai negara di Eropa, Afrika, dan Amerika Utara, bahasa tersebut juga menjadi salah satu bahasa resmi di berbagai organisasi internasional dan forum diplomasi dunia.

Penguasaan bahasa Prancis dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi pelajar Indonesia untuk memperoleh beasiswa, mengikuti program pertukaran pelajar, hingga menjalin kerja sama pendidikan dan riset dengan berbagai institusi luar negeri.

Qodari menegaskan bahwa implementasi teknis pembelajaran bahasa Prancis nantinya akan menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pemerintah akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, hingga kebutuhan masing-masing daerah.

“Pengaturan teknis tentu akan disesuaikan oleh kementerian yang membidangi pendidikan agar pelaksanaannya efektif dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik,” katanya.

Dorongan tersebut sejalan dengan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Prancis di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, hingga pertahanan. Pemerintah berharap penguatan kompetensi bahasa asing dapat menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam kerja sama internasional.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai langkah tersebut berpotensi memberikan dampak positif apabila diterapkan secara bertahap dan terukur. Selain memperluas wawasan global siswa, kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa asing juga diyakini dapat meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di pasar kerja internasional.

Di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci keberhasilan. Penguasaan bahasa asing, termasuk bahasa Prancis, dipandang sebagai bekal penting agar generasi Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam percaturan global masa depan. (*/TRN)

Komentar0

Type above and press Enter to search.