Tinta Rakyat Nusantara.Com, DELI SERDANG – Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar berhasil digagalkan aparat Polresta Deli Serdang. Tim Satresnarkoba menyergap sebuah mobil putih jenis Toyota Avanza di pintu keluar Tol Lubuk Pakam, Kamis (23/4/2026).
Penyergapan tersebut sempat terekam warga dan viral di media sosial. Dalam video, terlihat petugas yang dipimpin Kasatresnarkoba Kompol Fery Kusnadi melakukan tindakan cepat dengan mengepung kendaraan dan menodongkan senjata ke arah pelaku yang sempat bertahan di dalam mobil.
Setelah beberapa menit, tiga orang pelaku akhirnya keluar dari kendaraan dan langsung diamankan tanpa perlawanan. Ketiganya diborgol di lokasi kejadian.
Penangkapan ini merupakan hasil pembuntutan intensif sejak kendaraan tersebut bergerak dari Tanjung Balai, melintasi Tol Kisaran, hingga akhirnya dihentikan di kawasan Tol Lubuk Pakam.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan puluhan kilogram sabu yang dikemas rapi menggunakan bungkus bergambar durian untuk mengelabui petugas. Selain itu, turut diamankan berbagai jenis narkotika lain seperti happy water, pod vaping, serta pil ekstasi dalam jumlah besar.
Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana melalui Kompol Fery Kusnadi membenarkan pengungkapan tersebut. Ia menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba.
“Para pelaku diduga bagian dari jaringan narkoba internasional. Kami menemukan sedikitnya empat jenis narkotika berbeda, dan kasus ini masih dalam pengembangan,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, polisi menerapkan metode takedown di titik kemacetan pintu tol. Strategi ini dinilai efektif karena memanfaatkan kondisi kendaraan yang berhenti, sehingga meminimalkan risiko kejar-kejaran yang dapat membahayakan pengguna jalan lain.
Berdasarkan informasi awal, narkotika tersebut diduga akan diedarkan di wilayah hukum Deli Serdang, khususnya kawasan Lubuk Pakam dan sekitarnya.
Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci identitas para pelaku maupun jumlah pasti barang bukti yang diamankan. Proses penyidikan masih terus berlangsung guna mengungkap jaringan yang lebih luas.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius. Aparat penegak hukum pun terus memperkuat strategi untuk memutus rantai jaringan hingga ke akar.
(Rizky/Tim).



Komentar0