Tinta Rakyat Nusantara.Com, Aceh Timur, 9 April 2026 – Pasca aksi unjuk rasa ratusan warga pada 2 April lalu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran bantuan bagi korban banjir dilakukan secara merata dan bertahap.
Bupati mengungkapkan bahwa jumlah korban terdampak terus bertambah. Dari sebelumnya sekitar 18 ribu jiwa, kini terdapat tambahan 16 ribu data baru, sehingga total mencapai sekitar 41 ribu jiwa yang akan diusulkan ke pemerintah pusat.
Saat ini, proses validasi data tengah dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Aceh Timur, Dinas Sosial, serta Badan Pusat Statistik guna memastikan ketepatan penerima bantuan.
“Pada tahap pertama, sebanyak 7.643 warga telah masuk dalam daftar penerima dan sedang dalam proses penyaluran dana stimulan. Selanjutnya akan menyusul 18 ribu data berikutnya, dan kemudian 16 ribu secara bertahap. Kami berharap masyarakat dapat bersabar,” ujar Bupati.
Sementara itu, pemerhati sosial sekaligus korban banjir, Dedi Saputra, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menjaga kondusivitas di tengah proses penyaluran bantuan.
Ditemui di Posko 1 Pendopo Bupati Aceh Timur, Dedi menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan serta tidak terpancing emosi, terutama menyusul insiden keributan yang sempat terjadi terkait bantuan jadup dan stimulan.
“Saya berharap masyarakat tidak mudah terpancing. Jangan sampai terjadi lagi insiden seperti pemukulan yang sempat terjadi,” ujarnya.
Meski mengaku hingga kini belum menerima bantuan sebagai korban banjir di Idi Rayeuk, Dedi tetap mengajak masyarakat untuk bersabar sembari menunggu proses distribusi berjalan.
“Kita sudah mendengar langsung penjelasan Bupati. Namun jika bantuan tahap pertama selesai dan tidak dilanjutkan ke data berikutnya, maka kami akan kembali menggelar aksi,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang belum terdata, termasuk pemilik Kartu Keluarga (KK) gantung, agar segera melapor kepada aparatur desa setempat untuk mendapatkan haknya sebagai korban terdampak.
Di sisi lain, Plt Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dinas Sosial, BPS, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terus melakukan rekapitulasi data susulan.
“Kami berharap penyaluran tahap pertama berjalan lancar. Jika terjadi keributan, hal itu bisa menghambat penyaluran tahap berikutnya,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya maksimal agar bantuan dapat tersalurkan secara adil dan tepat sasaran.
“Sekali lagi kami mengimbau seluruh masyarakat korban banjir di Aceh Timur untuk bersabar. Bantuan jadup dan stimulan akan diberikan secara merata seperti pada tahap pertama,” pungkasnya.
(Zainal/Editor:Red).

Komentar0