Tinta Rakyat Nusantara.Com, Pontianak – SDN 39 Pontianak Kota menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia Kota Pontianak. Kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Generasi Bertaqwa di Bulan Suci Ramadhan” ini diikuti oleh seluruh 342 siswa dan berlangsung mulai Senin, 2 Maret hingga Kamis, 6 Maret 2026.
Pesantren Ramadhan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Pontianak, Dr. H. Ruslan, S.Ag., M.A., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter generasi penerus.
“Kegiatan Pesantren Ramadhan ini adalah tugas kita bersama untuk mendidik anak-anak. Mereka inilah yang kelak akan menggantikan kita di masa depan,” ujarnya.
Ruslan menambahkan, dalam tradisi Islam, mendidik merupakan bagian dari takdim atau talbiyah, yakni upaya mempersiapkan generasi yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa tidak semua orang dapat menjadi guru, karena profesi guru adalah pekerjaan yang mulia dan dicintai.
Ke depan, ia berharap sinergi antara Kementerian Agama, MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan seperti NU, serta sekolah-sekolah di Kota Pontianak semakin diperkuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan membawa Pontianak menjadi kota yang berkah dan bersahabat, sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala SDN 39 Pontianak Kota, Dr. Susintoi, M.Pd., menjelaskan bahwa tujuan utama Pesantren Ramadhan ini adalah membekali siswa dengan pemahaman agama yang lebih mendalam.
“Kita ingin anak-anak memahami tata cara sholat yang benar, mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, serta mengerti syarat sah puasa dan hal-hal yang membatalkannya agar tidak keliru dalam menjalankan ibadah,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan bermuara pada penguatan aqidah siswa agar tumbuh menjadi insan yang bertaqwa, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Dalam pelaksanaannya, sekolah menggandeng para ustaz yang tergabung dalam MUI Kota Pontianak, di antaranya Habib Zein dan Habib Yusuf, yang dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman dalam memberikan kajian keagamaan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari MUI dan Kementerian Agama. Bahkan Kemenag turun langsung membuka secara resmi Pesantren Ramadhan ini,” tutup Susintoi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan agama secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
(Ria/ Editor:Red).







Komentar0