GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

FKG Gandeng BUMD Sulsel, Bangun Hilirisasi Industri Kakao di Luwu Timur


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Makassar – PT Firman Khatulistiwa Grup (FKG) menjalin kerja sama strategis dengan PT Sulsel Andalan Energi serta Perumda Agri Bisnis Sulawesi Selatan untuk pengembangan hilirisasi industri kakao di Sulawesi Selatan.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XVI di Makassar, Kamis (26/3/2026).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama FKG Hendra Firmansyah dan Direktur Utama PT Sulsel Andalan Energi Rendra Darwis.

Hendra Firmansyah menyampaikan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi potensi besar Sulawesi Selatan sebagai salah satu penghasil kakao berkualitas di dunia.

“Sulawesi Selatan merupakan salah satu penghasil coklat terbesar dengan kualitas terbaik, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan melalui hilirisasi industri,” ujarnya.

Dalam kerja sama ini, FKG akan berperan dalam investasi pembangunan pabrik, penyediaan teknologi, serta membuka akses pasar ekspor ke Eropa dan Amerika.

Sementara itu, PT Sulsel Andalan Energi akan mendukung sektor transportasi, dan Perumda Agri Bisnis Sulsel bertanggung jawab menyiapkan lahan serta pasokan bahan baku kakao.

Pabrik pengolahan kakao direncanakan akan dibangun di wilayah Kabupaten Luwu Timur dengan luas lahan sekitar 5 hektare.

Adapun pengembangan perkebunan kakao akan mencakup area seluas kurang lebih 20 ribu hektare yang tersebar di kawasan Luwu Raya, meliputi:

Palopo

Kabupaten Luwu

Kabupaten Luwu Utara

Kabupaten Luwu Timur

Wilayah Toraja dan Toraja Utara

Serap Hingga 20 Ribu Tenaga Kerja

Proyek hilirisasi ini ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2026 dan akan segera ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Hendra menyebut, proyek tersebut berpotensi membuka lapangan kerja hingga 20 ribu orang.

“Harapannya, ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” pungkasnya.

(*/TRN-Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.