GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Musorkab V KONI Kubu Raya Ricuh, KONI Kalbar Minta Penundaan Mendadak


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Kubu Raya – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) V KONI Kabupaten Kubu Raya yang digelar di Alimoer Hotel, Minggu (1/2/2026), sempat diwarnai kericuhan. Sejumlah orang yang mengaku sebagai peserta mendesak agar Musorkab ditunda menyusul terbitnya surat dari KONI Provinsi Kalimantan Barat.

Kericuhan terjadi di lobi hotel dan diwarnai perdebatan alot antara Ketua dan Sekretaris KONI Kubu Raya dengan salah satu peserta bernama Doni, yang diketahui sebagai pelatih IPSI Kubu Raya. Doni bersikeras meminta Musorkab ditunda, meskipun panitia telah menjelaskan bahwa mayoritas peserta telah hadir.

Di dalam arena sidang, hampir 90 persen peserta Musorkab yang terdiri dari para Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) cabang olahraga serta undangan resmi telah memasuki ruangan.

Penolakan tersebut merujuk pada surat KONI Kalbar Nomor: 50/UMM/1/2026 tertanggal 31 Januari 2026 yang meminta penundaan Musorkab V KONI Kubu Raya. Surat tersebut ditandatangani Sekretaris Umum KONI Kalbar, H. Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, atas nama Ketua KONI Kalbar.

Dalam surat itu, KONI Kalbar menyebutkan adanya laporan pengaduan resmi dari bakal calon Ketua Umum KONI Kubu Raya serta cabang olahraga terkait pelaksanaan tugas Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Berdasarkan hasil rapat pimpinan KONI Kalbar, disebutkan telah ditemukan pelanggaran AD/ART KONI Pasal 34 huruf (f).

Adapun dugaan pelanggaran tersebut antara lain tidak dilaksanakannya Rapat Kerja KONI Kubu Raya sebagai dasar pembentukan dan tata cara kerja TPP, serta kondisi yang dinilai menimbulkan kegaduhan dan berpotensi konflik antar insan olahraga.

Atas dasar itu, KONI Kalbar meminta Musorkab V KONI Kubu Raya ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan dan proses penjaringan calon ketua umum diulang sesuai AD/ART dan peraturan organisasi KONI.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Bupati Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, pengurus KONI Kalbar, TPP calon ketua umum, serta pengurus cabang olahraga anggota KONI.

Ketua Panitia Pelaksana (OC) Musorkab V KONI Kubu Raya, Robby, menyampaikan kekecewaannya atas terbitnya surat penundaan yang dikeluarkan kurang dari delapan jam sebelum pelaksanaan Musorkab.

“Kami sangat kecewa. KONI Kalbar mengeluarkan surat penundaan hanya beberapa jam menjelang Musorkab,” ujar Robby.

Ia menjelaskan, sejak 2025 pihaknya telah melakukan konsultasi dan koordinasi dengan KONI Kalbar, baik pada kepengurusan lama maupun kepengurusan baru. Bahkan surat pemberitahuan dan undangan Musorkab telah disampaikan secara resmi.

“Artinya KONI Kalbar sudah mengetahui rencana Musorkab ini dengan jelas. Tapi tiba-tiba keluar surat penundaan pada malam 31 Januari. Anehnya lagi, surat itu diantar sekitar pukul 23.00 WIB oleh kurir yang bukan pengurus KONI Kalbar,” ungkapnya.

Belakangan diketahui, kurir tersebut bernama Tusiran, yang baru terpilih sebagai Ketua PBVSI Kubu Raya, meskipun Surat Keputusan (SK) kepengurusannya belum diterbitkan PBVSI Kalbar. Tusiran juga disebut sebagai bagian dari tim sukses salah satu bakal calon Ketua KONI Kubu Raya.

Menurut Robby, apabila terdapat dugaan pelanggaran AD/ART, seharusnya KONI Kalbar terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi kepada KONI Kubu Raya sebelum mengambil keputusan.

“Kami sudah mempersiapkan Musorkab ini sejak November 2025. Panitia bekerja maksimal, bahkan biaya pelaksanaan menggunakan talangan Ketua KONI Kubu Raya karena dana hibah APBD 2026 belum cair,” jelasnya.

Ia menambahkan, penundaan Musorkab berpotensi mengganggu persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar yang direncanakan berlangsung pada September 2026.

“Waktu kita sangat terbatas. Pertengahan bulan ini sudah masuk Ramadan, lalu Lebaran. Kami percepat Musorkab agar kepengurusan baru bisa segera mengeksekusi tahapan persiapan Porprov,” katanya.

Meski demikian, Robby mengaku pasrah dengan situasi yang terjadi. Ia juga menyebut sebagian panitia tidak lagi ingin terlibat dalam pelaksanaan Musorkab ke depan.

“Ya mau bagaimana lagi. Itu keputusan teman-teman. Kami pasrah dengan kondisi yang ada,” pungkasnya.

(Tim Liputan/Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.