Tinta Rakyat Nusantara.Com, Pontianak - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pontianak Selatan melaksanakan kegiatan Pengimbasan bagi empat Kepala Sekolah yang telah mengikuti program Pembelajaran Mendalam (PM) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak. Kegiatan ini digelar di SDN 05 Pontianak Selatan, Selasa (2/12).
Acara tersebut dihadiri seluruh kepala sekolah negeri dan swasta se-Kecamatan Pontianak Selatan serta para pengawas/pendamping, yakni Lia Hizriani Rivaie, S.Pd, Elviyana, S.Pd, dan Madaresita, S.Pd.
Empat Kepala Sekolah yang telah mendapatkan Pembelajaran Mendalam memaparkan materi masing-masing, yaitu:
-
Sahiri, S.Pd.I (Kepala SDN 03)
Materi: Praktek Pedagogik – Strategi Pembelajaran Inkuiri Kolaboratif. -
Ida Nursanti, S.Pd (Kepala SDS Mujahidin)
Materi: Implementasi Penyelarasan Visi dan Misi sekolah. -
Yuni Pariyanti, S.Pd (Kepala SDS Muhammadiyah 2)
Materi: Penerapan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui kegiatan kokurikuler dalam kerangka Pembelajaran Mendalam. -
Erni Yantini, M.Pd (Kepala SDN 34)
Materi: Lesson Study Kolaboratif sebagai upaya guru belajar bersama.
Ketua K3S Pontianak Selatan sekaligus salah satu pemateri, Sahiri, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan pengimbasan ini bertujuan membagikan praktik terbaik hasil pelatihan kepada seluruh kepala sekolah di wilayah Pontianak Selatan.
Sahiri menerangkan bahwa Pembelajaran Mendalam (PM) adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman yang utuh, bermakna, dan holistik, bukan sekadar menghafal fakta.
PM menggabungkan empat unsur utama:
- Olah Fikir – kemampuan berpikir kritis, logis, dan analitis
- Olah Hati – pembentukan etika dan karakter
- Olah Rasa – pengembangan kepekaan estetis dan sosial
- Olah Raga – keterlibatan aspek fisik atau kinestetik
Pendekatan ini mendorong peserta didik memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi materi pembelajaran secara komprehensif.
Lebih lanjut, Ketua K3S menyampaikan tujuan Pembelajaran Mendalam adalah menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga siswa dapat mengembangkan:
- penalaran kritis,
- kreativitas,
- keterampilan pemecahan masalah.
Ia menekankan tiga prinsip utama yaitu:
- Berkesadaran – siswa aktif dan penuh perhatian dalam proses belajar.
- Bermakna – siswa memahami relevansi ilmu dengan kehidupan nyata dan konteks lainnya.
- Menggembirakan – proses belajar mendorong emosi positif, rasa ingin tahu, dan semangat.
“Dengan prinsip-prinsip itu, pembelajaran diharapkan benar-benar memberi pengalaman yang mendalam dan berdampak bagi siswa,” tutup Sahiri.
(Ria / Editor:Red).







Komentar0