GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Belum Setahun Selesai Dikerjakan, Proyek Rekonstruksi Jalan Kumpai–Tebang Kacang Retak, APH Diminta Turun Tangan


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Kubu Raya — Proyek Rekonstruksi Jalan Kumpai–Tebang Kacang di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang baru rampung pada tahun 2025, menuai sorotan publik. 

Pekerjaan proyek yang dilaksanakan oleh CV. Rimpang Bumi Khatulistiwa dengan nilai kontrak Rp.958.233.000,00 sumber dana dari APBD Kabupaten Kubu Raya Tahun Anggaran 2025 tersebut kini sudah mengalami keretakan dibeberapa titik.


“Baru selesai tapi sudah retak-retak. Ini patut dicurigai, harus diusut tuntas,” ujarnya Eddy (62), salah seorang warga sungai raya kepada wartawan saat dijumpai diruas jalan Kumpai –Tebang Kacang, Selasa (28/10/2025).


Ia mengaku khawatir kalau kondisi jalan yang masih baru selesai dikerjakan kini telah mengalami keretakan, tentunya akan mempengaruhi pada ketahanan badan jalan untuk jangka panjang.

“Kalau belum lama selesai sudah retak, berarti pada pengerjaannya diduga ada yang tidak beres,” ungkap Eddy.


Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Kabupaten Kubu Raya sebagai penanggung jawab teknis proyek.

“Karena ini proyek kabupaten, maka pengawasan sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten. Dinas PUPR harus tegas, turun langsung ke lapangan, lakukan monitoring dan evaluasi terhadap kualitas material yang digunakan,” tegasnya.

Eddy juga berharap kepada pemerintah baik pusat maupun daerah dan aparat penegak hukum kiranya dapat melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan seluruh proyek-proyek yang biayai oleh keuangan negara telah benar-benar sesuai prosedur dan standar konstruksi.

“Kami minta ada tindak lanjut agar keamanan dan kualitas jalan benar-benar terjamin,” harapnya.

"Saya selaku warga masyarakat Kubu Raya mendesak agar setiap proyek infrastruktur yang dibiayai dari uang rakyat diawasi secara ketat, guna mencegah praktik curang permainan oknum-oknum kontraktor nakal dan memastikan hasil pembangunan tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang bagi kepentingan publik.

Hasil pantauan tim media di lapangan, terlihat keretakan pada badan jalan telah ditutupi dengan perekat berwarna hitam agar tidak mencolok bagi masyarakat yang melintasi jalan tersebut. Namun, penutupan itu hanya bersifat kosmetik dan tidak mungkin dapat merekatkan atau menyatukan kembali keretakan beton yang telah kering.

Menindaklanjuti temuan di lapangan, Tim media ini kemudian menyambangi Kantor Dinas PUPR-PRKP Kabupaten Kubu Raya untuk meminta konfirmasi dari Kepala Dinas dan Kepala Bidang Bina Marga pada Rabu (29/10/2025).
Namun, berdasarkan keterangan staf kantor yang berjaga di pintu masuk, mengatakan kalau Pak Kadis sedang rapat diluar bersama pihak kementerian dan Pak Kabid sedang turun kelapangan.

Hingga berita ini ditayangkan, tim media ini belum mendapatkan tanggapan resmi dari Dinas PUPR-PRKP Kabupaten Kubu Raya terkait persoalan keretakan jalan tersebut.

(Tim Liputan).


Komentar0

Type above and press Enter to search.