Tinta Rakyat Nusantara.Com, SAMBAS – Menghadapi kondisi cuaca yang cenderung kering dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Sambas bersama jajaran Polsek menggelar doa bersama untuk memohon turunnya hujan sekaligus perlindungan bagi masyarakat dari ancaman bencana karhutla.
Kegiatan berlangsung di Masjid Al Ikhlas Darussalam Polres Sambas, Jumat (14/8/2026), sekitar pukul 11.50 WIB, setelah pelaksanaan Shalat Jumat.
Doa bersama tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual jajaran kepolisian di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah Kabupaten Sambas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Shalat Jumat yang diikuti para Pejabat Utama (PJU) Polres Sambas, personel kepolisian, serta masyarakat. Ustadz Arifin Da’sur bertindak sebagai khatib sekaligus imam.
Dalam khutbahnya, Ustadz Arifin Da’sur mengajak jamaah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta mensyukuri berbagai nikmat yang diberikan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghindari berbagai tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, termasuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu bencana.
Jamaah juga diajak memperbanyak amal kebaikan dan bersedekah sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta ikhtiar bersama menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Usai Shalat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Doa secara khusus dipanjatkan agar Allah SWT menurunkan hujan dan memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sambas dari bencana kebakaran hutan dan lahan.
Turunnya hujan diharapkan dapat membantu menjaga kelembapan lahan sekaligus menekan potensi muncul dan meluasnya titik api. Namun demikian, pencegahan karhutla tetap membutuhkan langkah nyata dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono, mengatakan kegiatan tersebut diikuti PJU Polres Sambas, personel kepolisian, serta sekitar 100 jamaah Masjid Al Ikhlas Darussalam.
Menurutnya, doa bersama merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus kepedulian Polres Sambas terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah hukum Polres Sambas.
“Kegiatan doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus kepedulian Polres Sambas dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya wilayah hukum Polres Sambas,” ujar AKP Sadoko Kasih Wiyono.
Upaya pencegahan karhutla, kata dia, tidak hanya dilakukan melalui pemantauan, patroli, dan langkah-langkah pencegahan di lapangan, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan serta edukasi kepada masyarakat.
Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan menjadi salah satu langkah penting dalam menekan risiko kebakaran. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.
Karhutla bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan, lingkungan, serta kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Melalui doa bersama tersebut, Polres Sambas berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat.
Ikhtiar spiritual diharapkan berjalan beriringan dengan langkah nyata di lapangan. Dengan kewaspadaan, kepedulian, dan kerja sama seluruh pihak, potensi karhutla di Kabupaten Sambas diharapkan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. (TRN/Red)

Komentar0