Tinta Rakyat Nusantara.Com, Sintang – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat hingga tingkat kecamatan dan desa. Salah satunya melalui penyuluhan terbatas yang digelar di Aula Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.15 WIB tersebut menghadirkan Tim Penyuluh Karhutla, di antaranya Kolonel Laut (KH) Drs. Tulus Suswandi, M.A.P., Perwira Sahli Koarmada RI, dan Mayor Cba Agus BS, Pabung Kodim 0820/Probolinggo.
Penyuluhan diikuti 68 peserta yang berasal dari Desa Tanjung Ria, Desa Nanga Sepauk, Desa Sungai Raya, dan Desa Tanjung Hulu. Turut hadir Sekcam Sepauk Suhardi yang mewakili Camat Sepauk, Danramil Sepauk Peltu Yohanes, Kapolsek Sepauk Iptu Pol Abdul Hadi, para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat Kecamatan Sepauk.
Dalam sambutannya, Sekcam Sepauk Suhardi menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian masyarakat sejak dini. Kondisi cuaca yang masih kering serta keterbatasan sumber air menjadi faktor yang perlu diwaspadai bersama.
Ia mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan pembakaran dalam kegiatan membuka lahan, mengingat kondisi kemarau dan asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
“Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar dalam membuka lahan. Kondisi saat ini kemarau, kering dan sulit air. Karena itu, pencegahan harus dilakukan mulai dari sekarang,” ujar Suhardi.
Sementara itu, Ketua Tim Penyuluh Karhutla, Kolonel Laut (KH) Drs. Tulus Suswandi, M.A.P., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat yang berada langsung di wilayah masing-masing.
Menurutnya, penyuluhan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai bahaya kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang kering. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Pencegahan ini harus dimulai dari masyarakat. Jangan sampai api sudah membesar baru kita bergerak. Apabila ada melihat titik api atau kejadian kebakaran, segera laporkan kepada aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun petugas terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Tulus.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api. Kondisi lahan yang kering dan angin dapat menyebabkan api yang semula kecil berkembang dengan cepat dan sulit dikendalikan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita mencegah api itu muncul. Kalau sudah terjadi kebakaran, penanganannya tentu membutuhkan tenaga, waktu dan peralatan. Karena itu, lebih baik kita bersama-sama mencegah sejak awal,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, serta membangun komunikasi cepat dengan aparat apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Danramil Sepauk Peltu Yohanes turut mengajak para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk meneruskan imbauan pencegahan Karhutla kepada warga di lingkungan masing-masing.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pencegahan Karhutla oleh Tim Penyuluh. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat Kecamatan Sepauk semakin meningkat sehingga potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini.
(Pendim 1205/TRN-Red).


Komentar0