GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Lahan Perkebunan Tiga Hektare di Sungai Tebelian Terbakar, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api


Tinta Rakyat Nusantara.Com, SINTANG – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sintang. Kali ini, api melalap lahan perkebunan seluas kurang lebih tiga hektare di Dusun Simpang Manter, Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian, pada Rabu (5/8/2026). Aparat kepolisian bersama tim pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan upaya pemadaman guna mencegah api meluas ke lahan warga lainnya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB ketika seorang warga melihat kepulan asap tebal dari area perkebunan. Informasi itu kemudian disampaikan kepada Antonius Toni yang segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

Sesampainya di lokasi, Antonius Toni mendapati kobaran api telah membesar dan membakar area perkebunan. Menyadari potensi kebakaran semakin meluas akibat cuaca panas, ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa dan Sekretaris Desa Manter, serta menghubungi Polsek Sungai Tebelian dan tim pemadam kebakaran Manggala Agni untuk meminta bantuan.

Merespons laporan tersebut, personel Polsek Sungai Tebelian bersama Regu Pemadam Manggala Agni langsung menuju lokasi. Satu unit mobil pemadam jenis pick up milik Manggala Agni dikerahkan untuk membantu proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H., mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

"Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel kami langsung menuju lokasi bersama tim Manggala Agni untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus memastikan api tidak meluas ke area perkebunan maupun lahan milik warga lainnya. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan," ujar Kapolsek.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang panas disertai minimnya curah hujan menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan perkebunan maupun lahan terbuka.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau kepulan asap.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun kepulan asap. Kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas dan menjaga kelestarian lingkungan," tegasnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah pencegahan merupakan upaya paling efektif dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Masyarakat diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan setiap indikasi kebakaran kepada aparat terkait. (TRN/Red)

Komentar0

Type above and press Enter to search.