Tinta Rakyat Nusantara.Com, Banda Aceh – Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk. H. Muhammad Yunus, angkat bicara terkait pemberitaan yang menyeret nama lembaga yang dipimpinnya dalam dugaan pemotongan bantuan modal usaha. Ia menegaskan bahwa informasi yang menyebut Baitul Mal Aceh melakukan pemotongan bantuan merupakan fitnah dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Menurut Muhammad Yunus, sejak munculnya laporan masyarakat, Baitul Mal Aceh tidak pernah menutup mata terhadap dugaan penyimpangan. Sebaliknya, pihaknya langsung melakukan investigasi untuk memastikan apakah terdapat oknum yang memanfaatkan program bantuan bagi masyarakat kurang mampu.
"Kami tidak menafikan adanya laporan masyarakat. Semua sedang kami investigasi, apakah dilakukan oleh oknum internal ataupun pihak lain di lapangan. Siapa pun yang terbukti mengambil hak masyarakat harus bertanggung jawab," tegas Muhammad Yunus, Minggu (2/8/2026).
Ia menambahkan, apabila nantinya ditemukan adanya praktik pemotongan dana bantuan, tindakan tersebut merupakan perbuatan oknum dan bukan kebijakan resmi Baitul Mal Aceh. Karena itu, pihaknya memastikan akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Muhammad Yunus juga mengajak masyarakat yang merasa dirugikan agar segera melapor kepada Baitul Mal Aceh maupun aparat penegak hukum, sehingga setiap dugaan dapat diverifikasi dan diproses secara objektif.
Klarifikasi Kasus di Aceh Timur Ternyata Persoalan Keluarga
Salah satu kasus yang sempat menjadi perhatian publik terjadi di Kabupaten Aceh Timur. Saat itu beredar narasi bahwa bantuan modal usaha senilai Rp5 juta yang diterima seorang warga bernama Safura dipotong hingga hanya tersisa Rp500 ribu.
Namun, berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan kepada penerima bantuan dan keluarganya, informasi tersebut dinyatakan tidak benar.
Safura menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp5 juta diterimanya secara utuh tanpa ada pemotongan. Menurutnya, sebagian dana sempat dipinjam oleh salah seorang kerabatnya berinisial MK untuk keperluan mendesak dan kemudian telah dikembalikan seluruhnya.
Keluarga Safura juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua beserta jajaran Baitul Mal Aceh karena persoalan internal keluarga tersebut berkembang menjadi isu yang seolah-olah menyudutkan lembaga.
Baitul Mal Aceh menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh program bantuan agar tepat sasaran, sekaligus memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara transparan demi menjaga kepercayaan publik.
(Zainal/Red)

Komentar0