GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Kabadiklat Kejaksaan Buka PKA Angkatan I dan II 2026, Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Integritas


Tinta Rakyat Nusantara.Com, JAKARTA — Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kejaksaan RI Angkatan I dan II Tahun 2026 secara virtual dari Command Center Gedung Wira Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (Kapusdiklat Mapim), Dr. Teuku Rachman, bersama jajaran pejabat struktural Pusdiklat Mapim.

PKA Angkatan I dan II Tahun 2026 dilaksanakan dengan metode blended learning mulai 20 Agustus hingga 11 Desember 2026. Pelatihan tersebut diikuti para pejabat administrator atau pejabat eselon III di lingkungan Kejaksaan RI.

Dalam sambutannya, Harli Siregar menegaskan bahwa PKA bukan sekadar sarana meningkatkan kompetensi teknis, tetapi menjadi momentum strategis untuk membentuk pemimpin administrator yang adaptif, inovatif, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan Kejaksaan.

Menurut Harli, pelaksanaan PKA tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Indonesia saat ini memasuki babak baru melalui RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029, yang salah satu sasarannya adalah meningkatkan daya saing sumber daya manusia.

“Badan Diklat Kejaksaan Republik Indonesia harus menjadi mercusuar perubahan. Tidak hanya menghasilkan aparatur yang cakap secara teknis, tetapi juga menciptakan pemimpin masa depan yang memiliki keberanian moral, visi yang besar serta ketajaman analisis dalam penegakan hukum,” ujar Harli.

Ia mengatakan, penguatan kompetensi dan integritas sumber daya manusia Kejaksaan merupakan fondasi penting dalam menghadapi era penuh ketidakpastian.

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan Perintah Harian Jaksa Agung Tahun 2024, khususnya butir kelima yang menempatkan Pembinaan, Pengawasan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan sebagai trisula penggerak perubahan sekaligus penjamin mutu pelaksanaan tugas secara profesional dan terukur.

Arah tersebut juga selaras dengan visi Kejaksaan RI 2025-2029 untuk menjadi pelopor penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, akuntabel, transparan, dan modern.

Administrator Harus Jadi Agen Perubahan

Harli secara khusus meminta seluruh peserta PKA memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, peserta memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda organisasi pada tingkat menengah sekaligus menjadi penghubung antara kebijakan strategis pimpinan dengan pelaksanaan teknis operasional.

“Saudara-saudara adalah penggerak roda organisasi di tingkat menengah yang menjembatani arah kebijakan strategis dan pelaksanaan teknis operasional,” tegasnya.

Karena itu, seorang administrator tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Mereka dituntut mampu tampil sebagai agen perubahan yang dapat membaca tantangan, mengambil keputusan strategis, mengelola risiko, serta menjaga ketahanan organisasi.

Kebutuhan tersebut semakin penting di tengah percepatan digitalisasi birokrasi, reformasi hukum, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang transparan dan responsif.

“Melalui kepemimpinan yang adaptif, para administrator diharapkan mampu melakukan transformasi birokrasi yang kuat guna mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis, sekaligus menjadi pilar utama dalam menjaga resiliensi nasional dan meningkatkan daya saing bangsa,” jelas Harli.

Selain kemampuan teknis, peserta juga dituntut memiliki keterampilan prososial, seperti empati, komunikasi efektif, dan kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor. Kompetensi tersebut dinilai penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Kejaksaan sebagai salah satu pilar keadilan.

PKA Dituntut Melahirkan Pemimpin Adaptif

Harli menjelaskan, tema nasional pelatihan struktural kepemimpinan tahun 2026, yakni “Pengembangan Kepemimpinan Adaptif Dalam Mendukung Transformasi Tata Kelola Bangsa Mewujudkan Resiliensi Nasional Dan Daya Saing Global”, relevan dengan kebutuhan organisasi Kejaksaan saat ini.

Sebagai institusi penegak hukum, Kejaksaan tidak hanya dituntut menjalankan fungsi penegakan hukum secara profesional, tetapi juga harus mampu menjadi organisasi yang adaptif dan proaktif dalam menghadapi tantangan global serta dinamika tata kelola pemerintahan modern.

Untuk itu, Harli mendorong peserta PKA mengimplementasikan sejumlah langkah strategis, di antaranya membangun kepemimpinan adaptif, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, melaksanakan transformasi digital, menerapkan manajemen risiko, mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan modern, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Peserta juga didorong untuk mengembangkan inovasi pelayanan publik, meningkatkan kemampuan strategis, serta memperkuat budaya komunikasi organisasi yang mendukung resiliensi.

“Transformasi kepemimpinan administrator harus berorientasi pada kepemimpinan yang mempunyai lima pilar, yaitu adaptive leadership, digital governance, risk based decision making, dan innovation culture,” kata Harli.

Ia menegaskan, fondasi tersebut harus menjadi pijakan bagi para administrator dalam membangun organisasi yang tangguh sekaligus mendukung ketahanan nasional.

Dalam pelaksanaannya, PKA dengan metode blended learning mencakup rangkaian pembelajaran mandiri, e-learning, hingga pembelajaran klasikal.

“Diperlukan kerja keras, keikhlasan dan kedisiplinan seluruh stakeholder pelatihan. Khususnya kepada para peserta, saya berharap dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan baik dan bersungguh-sungguh,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Harli mengamanahkan kepada Kapusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan beserta jajarannya, para widyaiswara, dan fasilitator untuk memberikan pembekalan serta melatih peserta secara optimal sesuai dengan program yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, PKA Angkatan I dan II Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi mampu melahirkan pemimpin administrator yang siap memimpin perubahan, memperkuat organisasi, dan menjawab tantangan Kejaksaan di era transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045. (*)


Komentar0

Type above and press Enter to search.