Tinta Rakyat Nusantara.Com, KETAPANG, KALIMANTAN BARAT – Jembatan Merah Putih Presisi yang berada di Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, resmi diresmikan pada Kamis (13/8/2026).
Peresmian dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Momentum tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat Desa Tempurukan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi menuju sejumlah lokasi.
Kegiatan peresmian dipusatkan di SMP Negeri 2 Muara Pawan dan dihadiri Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., Kapolres Ketapang, jajaran Forkopimda dan Forkopimcam, tokoh masyarakat, kepala desa, pihak sekolah, serta warga setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Kapolda Kalbar di lokasi. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Kalbar tersebut disambut masyarakat dan jajaran pemerintahan setempat.
Kapolda Kalbar juga mengikuti sesi foto bersama siswa SMP Negeri 2 Muara Pawan, Forkopimda, dan Forkopimcam. Momen tersebut menjadi gambaran kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus lingkungan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar turut menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial Polri sekaligus upaya memperkuat komunikasi dan hubungan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat.
Sebelum jembatan dibangun, masyarakat Desa Tempurukan harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk menuju sejumlah lokasi. Kondisi tersebut menjadi kendala bagi aktivitas warga, termasuk akses menuju sekolah, perkebunan, dan kawasan kegiatan ekonomi.
Kini, keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi memberikan jalur yang lebih praktis dan efisien. Para siswa dan guru SMP Negeri 2 Muara Pawan menjadi salah satu kelompok yang merasakan langsung manfaat pembangunan tersebut.
Tidak hanya mendukung sektor pendidikan, jembatan juga membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat menuju perkebunan dan berbagai lokasi kegiatan ekonomi.
Dengan akses transportasi yang semakin baik, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih lancar sehingga aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat dapat berkembang.
Dalam sambutannya secara virtual, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri atas berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Presiden menyebut sebanyak 3.565 jembatan telah dibangun oleh TNI dan Polri. Selain itu, TNI Angkatan Darat juga telah membangun sekitar 3.000 sarana air bersih di berbagai wilayah.
Pembangunan tersebut menunjukkan bahwa peran TNI dan Polri tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat hadir melalui kegiatan sosial dan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Tempurukan menjadi salah satu contoh sinergi tersebut dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat di daerah.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat.
“Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat. Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat mendukung kelancaran aktivitas warga, memberikan kemudahan akses pendidikan bagi para siswa, serta membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Bambang.
Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek fisik semata. Infrastruktur yang telah tersedia harus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk menunjang pendidikan, mobilitas, maupun kegiatan ekonomi masyarakat.
Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Tempurukan sekaligus mempertegas kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Infrastruktur yang sebelumnya menjadi kebutuhan warga kini menjadi sarana penghubung yang diharapkan mampu memperlancar berbagai aktivitas masyarakat.
Dengan akses yang semakin terbuka, warga Desa Tempurukan dan sekitarnya diharapkan memperoleh manfaat yang lebih besar dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.
Kehadiran jembatan tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi, kepedulian, serta semangat gotong royong dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. (TRN/Red)



Komentar0