GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Dandim 1204/Sanggau Soroti 18 Titik Panas, Pasukan Gabungan Tangani Tiga Titik Api


Tinta Rakyat Nusantara.Com, SANGGAU – Kodim 1204/Sanggau meningkatkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau. Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Laporan Harian Hotspot Kodam hingga pukul 12.00 WIB, Minggu (30/8/2026), terdeteksi sebanyak 18 titik panas (hotspot).

Dari jumlah tersebut, 12 titik masuk kategori tinggi, sedangkan enam titik lainnya berada pada kategori sedang.

Hotspot kategori tinggi terdeteksi di Desa Balai Tinggi, Desa Meliau Hulu, Desa Pampang Dua, dan Desa Sungai Kembayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau.

Titik panas kategori tinggi juga terpantau di Desa Teraju, Kecamatan Toba; Desa Empodis, Kecamatan Bonti; Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam; serta Desa Sungai Tapah, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau.

Sementara itu, enam hotspot kategori sedang terdeteksi di Desa Empodis, Kecamatan Bonti; Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas; Desa Balai Tinggi, Kecamatan Meliau; Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba; serta Desa Betung Karang, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau.

Hasil pemantauan dan pengecekan di lapangan menunjukkan masih terdapat tiga titik api yang tengah ditangani pasukan gabungan.

Dua titik api berada di Desa Sungai Tapah, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau. Penanganan melibatkan tiga personel Koramil 1204-13/Belitang Hulu, tujuh personel Yon TP 538/TA, empat personel PT GUM, serta tiga personel Masyarakat Peduli Api (MPA).

Satu titik api lainnya berada di Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Untuk penanganan titik tersebut dikerahkan empat personel Koramil 1204-01/Kapuas, tiga personel PT Finantara, dan tiga personel MPA.

Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., menegaskan bahwa temuan 18 hotspot menjadi perhatian serius karena membutuhkan pengecekan dan penanganan cepat untuk mencegah api berkembang dan meluas.

“Sebanyak 18 titik panas yang terpantau harus segera dilakukan pengecekan di lapangan. Saat ini, pasukan bersama unsur terkait terus bergerak menangani titik-titik api yang masih menyala agar tidak meluas,” tegasnya.

Menurut Dandim, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, perusahaan, dan masyarakat diperlukan, baik dalam pemadaman maupun upaya pencegahan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan kepada aparat apabila menemukan adanya titik api agar dapat segera ditangani,” pungkasnya.

Kodim 1204/Sanggau bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, pengecekan lapangan (ground check), serta pemadaman terhadap titik api yang ditemukan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus meminimalkan dampak kabut asap terhadap masyarakat.

(Pendim 1204/TRN-Red)


Komentar0

Type above and press Enter to search.