GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Biro Organisasi Kalbar Hadirkan Klinik Simantap, Bantu Perangkat Daerah Petakan Kebutuhan ASN


Tinta Rakyat Nusantara.Com, PONTIANAK — Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan Klinik Simantap sebagai inovasi untuk membantu perangkat daerah dalam menyusun perencanaan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara lebih tepat, terukur, dan sesuai kondisi organisasi.

Klinik Simantap merupakan singkatan dari Konsultasi dan Asistensi Informasi Manajemen ASN Bidang Perencanaan Kebutuhan. Layanan tersebut menjadi ruang konsultasi dan asistensi bagi perangkat daerah dalam melakukan pemetaan kebutuhan pegawai, khususnya terkait analisis jabatan dan analisis beban kerja.

Kepala Biro Organisasi Setda Kalbar, Dini Eka Wahyuni, mengatakan Klinik Simantap telah berjalan sekitar dua tahun. Inovasi tersebut diinisiasi oleh Dina Meutia Sari, Pejabat Fungsional Madya Analis Sumber Daya Manusia Aparatur di Biro Organisasi Setda Kalbar.

Menurut Dini, layanan tersebut bertujuan membantu perangkat daerah menentukan kebutuhan pegawai berdasarkan tugas, fungsi, beban kerja, kualifikasi, serta kompetensi yang dibutuhkan.

“Jadi inovasi ini membantu perangkat daerah untuk melakukan perencanaan kebutuhan ASN tidak sekadar menghitung berapa banyak pegawai yang diperlukan saja,” ujar Dini.

Ia menegaskan, perencanaan kebutuhan ASN harus mempertimbangkan kesesuaian antara kebutuhan organisasi dengan kualifikasi, kompetensi, serta jabatan yang tersedia.

“Perencanaan kebutuhan ASN tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan jumlah pegawai, tetapi juga harus memastikan kesesuaian antara kebutuhan organisasi dengan kualifikasi, kompetensi, dan jabatan yang tersedia,” katanya.

Melalui Klinik Simantap, Biro Organisasi juga berupaya memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah. Konsultasi dan asistensi diberikan agar masing-masing perangkat daerah mampu menyusun kebutuhan ASN berdasarkan kondisi riil serta beban kerja organisasi.

“Kami berupaya memberikan ruang konsultasi dan asistensi agar perangkat daerah dapat menyusun perencanaan kebutuhan ASN secara lebih tepat dan optimal,” jelasnya.

Dini berharap Klinik Simantap ke depan tidak hanya menjadi tempat konsultasi, tetapi dapat menjadi bagian dari sistem perencanaan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Kami ingin layanan ini tidak sekadar menjadi tempat konsultasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem perencanaan kebutuhan ASN yang lebih akurat, terukur, dan sesuai dengan kondisi riil organisasi,” ungkapnya.

Dengan perencanaan yang lebih tepat, kebutuhan ASN diharapkan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata setiap perangkat daerah. Komposisi pegawai pun diharapkan semakin sesuai dengan tugas dan fungsi organisasi.

Klinik Simantap sekaligus menjadi salah satu langkah Biro Organisasi dalam mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Pendampingan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan perangkat daerah dalam memetakan kebutuhan pegawai berdasarkan jabatan, beban kerja, dan kompetensi.

Pada akhirnya, perencanaan ASN yang lebih akurat diharapkan dapat mendukung terwujudnya aparatur yang profesional dan sesuai kebutuhan organisasi, sehingga pelayanan pemerintahan kepada masyarakat dapat berjalan semakin efektif, cepat, dan berkualitas. (Dwi/Red)

Komentar0

Type above and press Enter to search.