GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Surat Terbuka Minta Gubernur Kalbar Tuntaskan Jalan Utama Paloh


Tinta Rakyat Nusantara.Com, SAMBAS – Warga Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Yetno M. Amin, menyampaikan surat terbuka kepada Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, agar segera menuntaskan pembangunan ruas jalan provinsi di wilayah Kecamatan Paloh.

Surat tersebut berisi permohonan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan perhatian serius terhadap kondisi ruas Jalan Malek–Liku, Desa Nibung, serta Jalan Setinggak–Merbau, Desa Sebubus, yang hingga kini masih mengalami kerusakan dan belum selesai dibangun.

Dalam suratnya, Yetno M. Amin menyebut kondisi jalan yang rusak telah menyulitkan mobilitas masyarakat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Jalan Malek–Liku dan Setinggak–Merbau merupakan salah satu akses utama di Kecamatan Paloh. Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, dipenuhi lubang dan berbagai kerusakan yang membuat perjalanan tidak nyaman bahkan membahayakan keselamatan pengendara," tulisnya.

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Distribusi barang dan jasa menjadi terganggu, sementara akses wisata menuju kawasan Temajuk ikut terdampak.

Ia berharap Pemerintah Provinsi segera melakukan perbaikan menyeluruh sekaligus memastikan adanya pemeliharaan rutin agar kerusakan serupa tidak terus berulang.

"Saya berharap Bapak Gubernur dapat memahami pentingnya perbaikan jalan ini dan segera mengambil tindakan yang diperlukan. Dengan perbaikan jalan, masyarakat Paloh akan merasakan manfaat yang besar," tulis Yetno dalam surat terbukanya.

Selain menyampaikan surat, Yetno juga mengirimkan dokumentasi kondisi jalan yang rusak sebagai bentuk harapan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan ruas jalan tersebut sebelumnya telah dimulai pada masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dengan pekerjaan dari kawasan Tanah Hitam hingga Merbau, Kecamatan Paloh. Namun, pembangunan belum dapat diselesaikan karena keterbatasan anggaran.

"Jalan ini awalnya dibangun dari Tanah Hitam hingga Merbau pada era Gubernur Sutarmidji. Karena keterbatasan anggaran, pembangunannya belum tuntas. Semoga Gubernur baru, Ria Norsan, dapat memperjuangkan penyelesaiannya," ujar Yetno M. Amin. (Tim/Red)


Komentar0

Type above and press Enter to search.