Tinta Rakyat Nusantara.Com, ACEH TIMUR – Upaya pemulihan pascabanjir yang melanda Aceh pada akhir 2025 terus berlanjut. Melalui kolaborasi Peace Boat Disaster Relief (PBV) dan Asar Humanity, pembangunan fasilitas tempat wudhu, Mandi Cuci Kakus (MCK), serta sumur bor lengkap dengan sistem sanitasi telah rampung di Dayah Bustanur Rahmani, Dusun Alue Lipah Timu, Gampong Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Peresmian sekaligus serah terima fasilitas tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Koordinator Ksatria Asar Humanity Aceh Timur, Yuslizar, didampingi Pimpinan Dayah Bustanur Rahmani, Abi Martunis, serta Kepala Dusun Alue Lipah Timu, M. Nasir. Acara turut disaksikan oleh warga dan para santri.
Koordinator Ksatria Asar Humanity Aceh Timur, Yuslizar, yang didampingi tim lapangan Safrizal, mengatakan seluruh pembangunan telah selesai dan kini sudah dapat dimanfaatkan.
"Alhamdulillah, tahap demi tahap pembangunan telah terlaksana dengan baik. Meski sempat menghadapi sedikit kendala dalam pengadaan material, seluruh fasilitas kini sudah selesai dan bisa digunakan," ujar Yuslizar, Kamis (30/7/2026).
Ia berharap seluruh fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat bersama agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
"Kami berharap bantuan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya serta dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lama," katanya.
Sementara itu, Kepala Dusun Alue Lipah Timu, M. Nasir, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Asar Humanity dan PBV Peace Boat Disaster Relief terhadap masyarakat di wilayahnya.
"Alhamdulillah, Ksatria Asar Humanity Aceh Timur telah banyak membantu warga kami. Mereka menjadi satu-satunya lembaga yang hadir sejak masa pascabanjir, mulai dari program hot meal, distribusi kebutuhan dasar, hygiene kit, hingga kini membangun tempat wudhu, MCK, dan sumur bor melalui dukungan PBV Peace Boat Disaster Relief," ungkapnya.
Menurut M. Nasir, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih bagi para santri Dayah Bustanur Rahmani maupun masyarakat sekitar.
Peace Boat Disaster Relief (PBV) merupakan organisasi kemanusiaan yang berbasis di Jepang dan berfokus pada penanganan bencana, pemulihan masyarakat terdampak, serta penguatan kapasitas komunitas dalam menghadapi berbagai risiko bencana di berbagai negara.
Sementara itu, Asar Humanity merupakan lembaga kemanusiaan yang berdiri pada 1 November 2018 dengan fokus pada penanggulangan persoalan sosial, khususnya kemiskinan, melalui gerakan kepedulian masyarakat. Setelah ditetapkan sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 394 Tahun 2024, Asar Humanity terus mengembangkan berbagai program di bidang pendidikan berbasis pesantren, pangan dan air bersih, dunia Islam, agroekonomi, serta tanggap darurat.
Pembangunan fasilitas sanitasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung aktivitas belajar mengajar di lingkungan Dayah Bustanur Rahmani, sekaligus memperkuat proses pemulihan pascabencana di Aceh Timur.
(Zainal/Red).


Komentar0