Tinta Rakyat Nusantara.Com, JAKARTA – Haji Sulaiman alias Tole turut mendampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Abu Paya Pasi, serta rombongan Pemerintah Aceh dalam kunjungan ke Kantor Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh bersama para ulama dan sejumlah elemen masyarakat untuk memperjelas status Lapangan Blang Padang yang diyakini memiliki keterkaitan dengan tanah wakaf Masjid Raya Baiturrahman.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Aceh dan para ulama berkomitmen menyatukan langkah untuk mendudukkan kembali persoalan wakaf Blang Padang berdasarkan fakta sejarah, ketentuan hukum, serta prinsip keadilan.
Rombongan yang dipimpin Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah tersebut turut didampingi Asisten I Sekretariat Daerah Aceh, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Abu Paya Pasi, dan Haji Sulaiman (Tole). Mereka disambut Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat, Dr. Tatang Astarudin.
Dalam pertemuan tersebut, Fadhlullah menegaskan bahwa kehadiran delegasi Aceh merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga amanah sejarah dan marwah peninggalan para leluhur Aceh.
“Niat utama kami adalah merawat amanah sejarah serta menjaga marwah peninggalan para indatu. Harapan besar masyarakat Aceh adalah agar status Blang Padang dapat memperoleh kejelasan dan kembali sepenuhnya menjadi tanah wakaf yang memberi manfaat bagi umat,” ujar Fadhlullah.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Pemerintah Aceh berharap koordinasi dengan BWI dapat melahirkan langkah-langkah konstruktif dalam penyelesaian persoalan status tanah wakaf Blang Padang.
Penyelesaian persoalan tersebut diharapkan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek sejarah, hukum, dan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.
Kehadiran Haji Sulaiman (Tole) dalam rombongan tersebut juga menunjukkan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat Aceh dalam mengawal upaya menjaga aset wakaf yang memiliki nilai sejarah, keagamaan, dan sosial bagi masyarakat Aceh.
(Zainal/ Editor:Red).

Komentar0