Tinta Rakyat Nusantara.Com, BANDA ACEH – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut bergema di balik tembok pemasyarakatan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy, secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (PORSENAP) Tahun 2026 di Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Rabu (29/7/2026).
Pembukaan PORSENAP yang digelar di lapangan Lapas Banda Aceh tersebut dihadiri Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Aceh, Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh Akhmad Heru Setiawan beserta jajaran. Kegiatan juga diikuti antusias oleh para warga binaan yang menjadi peserta berbagai perlombaan.
PORSENAP 2026 berlangsung mulai 29 Juli hingga 14 Agustus 2026. Sejumlah cabang olahraga, permainan dan seni dipertandingkan, di antaranya sepak bola, bola voli, domino, Lambaro Idol atau karaoke, ambil koin dalam pepaya, balap karung, tarik tambang, serta lomba kebersihan kamar.
Beragam kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai hiburan dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Melalui olahraga dan seni, warga binaan didorong mengembangkan potensi, meningkatkan rasa percaya diri, membangun kedisiplinan, serta memperkuat kebersamaan.
Dalam amanatnya, Ramdani Boy menegaskan bahwa semangat kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia, termasuk warga binaan yang tengah menjalani masa pidana.
“Kemerdekaan adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Meskipun sedang menjalani masa pidana, saudara-saudara tetap bagian dari bangsa ini yang memiliki hak untuk merasakan semangat Hari Kemerdekaan.”
Menurutnya, PORSENAP harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kebersamaan serta semangat memperbaiki diri.
Ia berharap seluruh warga binaan dapat menjadikan setiap pertandingan sebagai proses pembelajaran untuk membangun mental yang lebih baik sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat, mereka mampu menjadi pribadi yang lebih produktif dan bertanggung jawab.
Ramdani Boy juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi prinsip fair play selama mengikuti perlombaan.
“Menang ataupun kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini mampu memperkuat rasa persatuan, meningkatkan rasa percaya diri, serta menjadi bagian dari proses pembinaan menuju warga binaan yang produktif dan bertanggung jawab.”
Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Akhmad Heru Setiawan, menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas selama seluruh rangkaian PORSENAP berlangsung.
Menurut Heru, kegiatan olahraga dan seni merupakan salah satu bentuk pembinaan yang mengedepankan pendekatan humanis terhadap warga binaan.
“PORSENAP bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan bagian dari proses pembinaan yang bertujuan membentuk karakter warga binaan. Melalui kegiatan olahraga dan seni, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan sportivitas, sehingga mereka memiliki bekal mental yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.”
Usai upacara pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan perdana cabang sepak bola. Dimulainya kompetisi ditandai secara simbolis melalui tendangan pertama (kick-off) oleh Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Aceh bersama Kalapas Banda Aceh.
Tendangan pembuka tersebut disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari warga binaan yang hadir. Suasana tersebut sekaligus menandai dimulainya PORSENAP 2026 sebagai pesta olahraga dan seni yang mengedepankan semangat persaudaraan di lingkungan Lapas Banda Aceh.
Melalui PORSENAP 2026, Kanwil Ditjenpas Aceh berharap momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun perlombaan semata. Lebih dari itu, kegiatan diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, memperkuat persatuan dan kebersamaan, serta membentuk warga binaan yang memiliki karakter positif sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
(Zainal/Red).



Komentar0