Tinta Rakyat Nusantara.Com, PONTIANAK – Perempuan menjadi salah satu kekuatan utama penggerak perekonomian di Kota Pontianak. Data Pemerintah Kota Pontianak mencatat, lebih dari 72 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kota tersebut merupakan perempuan.
Fakta itu diungkapkan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Pontianak yang dirangkaikan dengan Talkshow dan Gelar Produk UMKM Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (17/7/2026).
“Pelaku UMKM di Kota Pontianak itu lebih dari 72 persen adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian Kota Pontianak sangat besar dan sangat strategis,” ujar Edi.
Menurut Edi, perempuan tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjadi motor penggerak berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan di pasar tradisional, sentra UMKM, usaha kuliner, hingga industri rumahan.
Perempuan, kata dia, juga memiliki peran penting dalam mengelola usaha, memasarkan produk, hingga mengatur keuangan keluarga.
Edi menilai, karakter perempuan yang teliti, disiplin, tekun, fokus, dan memiliki komitmen tinggi menjadi salah satu modal penting dalam membangun dan mengembangkan usaha.
Ia mencontohkan keberhasilan pelaku UMKM perempuan di Kota Pontianak saat menghadapi pandemi Covid-19. Ketika itu, lebih dari 19 ribu perempuan memperoleh pembiayaan usaha melalui Permodalan Nasional Madani (PNM), dengan nilai pinjaman berkisar antara Rp2 juta hingga Rp10 juta.
“Waktu pandemi Covid-19, lebih dari 19 ribu ibu-ibu di Pontianak menerima pembiayaan usaha. Tingkat pengembaliannya mencapai lebih dari 95 persen. Ini menunjukkan bahwa para pelaku UMKM perempuan benar-benar serius dan bertanggung jawab dalam menjalankan usahanya,” katanya.
Karena itu, Edi mendorong IWAPI dan organisasi perempuan lainnya untuk tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi juga aktif memberikan pendampingan kepada anggotanya agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas.
Menurutnya, organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam membangun jaringan, membuka akses pasar, memberikan pendampingan, hingga menjembatani pelaku UMKM dengan lembaga pembiayaan yang legal, aman, dan terjangkau.
Edi mengingatkan, masih banyak pelaku UMKM yang belum mengetahui berbagai fasilitas pembiayaan yang tersedia dari pemerintah maupun lembaga keuangan. Kondisi itu membuat sebagian pelaku usaha masih bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi.
“Kadang pelaku usaha tidak mengetahui harus memperoleh pembiayaan dari mana. Padahal pemerintah sudah menyediakan KUR, ada pembiayaan dari perbankan, Pegadaian, PNM, maupun berbagai program kemitraan BUMN yang jauh lebih ringan dan aman,” jelasnya.
Ia juga mengajak organisasi perempuan memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga, mulai dari Bank Indonesia, Bank Kalbar, perbankan nasional, Pegadaian, PNM, PLN, Pertamina, hingga berbagai instansi lainnya.
“Kekuatan organisasi ada pada kemampuannya membangun komunikasi dan kerja sama. Dari komunikasi itu akan lahir pendampingan, akses pembiayaan, hingga peluang pemasaran yang lebih luas bagi para pelaku UMKM,” ujarnya.
Selain jaringan, Edi menekankan pentingnya membangun basis data anggota yang lengkap dan akurat. Data tersebut mencakup identitas pelaku usaha, jenis usaha, lokasi, kapasitas produksi, hingga kebutuhan pengembangan usaha.
Menurutnya, data yang akurat akan memudahkan organisasi membangun kemitraan dengan lembaga pembiayaan maupun investor.
“Semua harus berbasis data. Misalnya usaha kuliner, siapa pelakunya, di mana lokasinya, apa jenis usahanya, bagaimana kapasitas produksinya. Data seperti inilah yang akan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan ketika memberikan dukungan kepada pelaku UMKM,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Pontianak berharap sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, dunia perbankan, dan pelaku usaha terus diperkuat. Dengan demikian, UMKM yang dikelola perempuan dapat semakin berkembang, naik kelas, berdaya saing, dan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. (Ria/Red)


Komentar0