GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Perusahaan Asal Kalbar Firman's Group Gandeng Perusahaan China Kembangkan Hilirisasi Industri Bawang Putih di Sulsel


Tinta Rakyat Nusantara.Com, China – Perusahaan asal Kalimantan Barat, Firman's Group, resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal China, Jinchunyu Seed Technology Co., Ltd., yang merupakan holding dari Jingxin Agricultural Group, untuk mengembangkan hilirisasi industri bawang putih di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Sabtu (27/6/2026) di China. MoU ditandatangani oleh CEO Firman's Group, Hendra Firmansyah, bersama Direktur Jinchunyu Seed Technology Co., Ltd., Mr. Yang Jianqiang.

Penandatanganan turut disaksikan Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan, Bupati Pakpak Barat Franc Bernhard Tumanggor, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Van Basten P.

"Tujuan MoU ini adalah membangun kerangka kerja sama strategis dalam mendukung pengembangan budidaya bawang putih, penyediaan benih, transfer teknologi pertanian, dan peningkatan ketahanan pangan di Indonesia," ujar Hendra Firmansyah saat diwawancarai dari China, Selasa (30/6/2026).

Hendra menjelaskan, ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan sekitar 2.000 hektare lahan budidaya bawang putih di Sulawesi Selatan yang ditargetkan mulai ditanam pada September hingga Oktober 2026.

Selain itu, Jinchunyu Seed Technology akan menyediakan dan mengekspor sekitar 2.000 ton benih bawang putih yang sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia, sekaligus melakukan pembelian sekitar 500 ton benih bawang putih.

Kerja sama juga meliputi penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D), termasuk riset bersama mengenai teknik budidaya, pengembangan varietas benih, teknologi pertanian, serta peningkatan produktivitas bawang putih.

Hendra mengatakan, MoU tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada awal Juli 2026.

"Setelah PKS ditandatangani, Firman's Group akan memulai proses penanaman tahun ini. September menjadi waktu yang dinilai paling ideal untuk memulai penanaman di tiga kabupaten yang menjadi target pengembangan," jelasnya.

Pada pekan kedua Juli 2026, tim dari Jingxin Agricultural Group dijadwalkan mengunjungi tiga lokasi pengembangan di Kabupaten Mamasa, Tanah Toraja, dan Kabupaten Bantaeng guna memastikan kesiapan lahan setelah sebelumnya dilakukan pengambilan sampel.

Sebagai bentuk dukungan, Jingxin Agricultural Group akan menempatkan tenaga ahli di Sulawesi Selatan untuk mendampingi proses budidaya. Perusahaan juga akan membawa mesin produksi pupuk khusus bawang putih, peralatan pascapanen, serta membangun pabrik pupuk, gudang penyimpanan, dan fasilitas cold storage yang ditargetkan mulai dibangun pada awal tahun depan bersama Firman's Group.

Tak hanya itu, kedua perusahaan juga berencana membangun pusat riset dan laboratorium bawang putih di Indonesia. Kehadiran fasilitas tersebut akan menjadikan Indonesia sebagai negara ketujuh yang memiliki laboratorium khusus bawang putih, sekaligus yang pertama di kawasan ASEAN.

Dalam pengembangan hilirisasi, Jingxin Agricultural Group dan Firman's Group juga akan membangun fasilitas produksi berbagai produk turunan bawang putih. Tahap awal akan difokuskan pada pengembangan sebagian dari sekitar 400 produk turunan, seperti makanan ringan, minuman, jelly, serta berbagai produk olahan lainnya.

Program tersebut akan melibatkan petani yang tergabung dalam ekosistem budidaya serta pelaku UMKM di daerah guna menciptakan nilai tambah bagi komoditas bawang putih.

"Dari hasil industri hilirisasi ini, target kami Indonesia dapat mencapai swasembada bawang putih sehingga tidak lagi bergantung pada impor," pungkas Hendra.

(Tim Liputan/Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.