GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Lenong Kampung Te-Ko Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, Bukti Budaya Betawi Tetap Dicintai Generasi Muda


Tinta Rakyat Nusantara.Com, JAKARTA – Pertunjukan Lenong Kampung Te-Ko yang dipentaskan Sanggar Oplet Robet di Galeri Indonesia Kaya menjadi bukti bahwa kesenian Betawi masih memiliki tempat istimewa di tengah perkembangan zaman. Di tengah derasnya arus hiburan modern, seni pertunjukan tradisional ini tetap mampu menarik perhatian masyarakat, termasuk generasi muda.

Pementasan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta tersebut berlangsung meriah dan penuh tawa. Dengan mengandalkan dialog spontan, humor segar, serta iringan musik tradisional Betawi, pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit itu sukses menghidupkan kembali pesona lenong sebagai salah satu warisan budaya khas Jakarta.

Program Director Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan kehadiran Lenong Kampung Te-Ko merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali kekayaan budaya Betawi kepada masyarakat luas. Menurutnya, perkembangan Jakarta sebagai kota modern harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.

“Sebagai ruang publik budaya yang berkomitmen memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, kami ingin perayaan HUT Jakarta menjadi momentum untuk menghidupkan kembali berbagai kesenian Betawi yang telah menjadi identitas kota ini. Kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal dan mengapresiasi budaya yang menjadi bagian dari perjalanan Jakarta,” ujar Renitasari dalam pagelaran yang berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (20/6/2026).

Kisah Kehidupan Kampung Sarat Pesan Sosial

Lenong Kampung Te-Ko mengangkat cerita tentang kehidupan masyarakat kampung yang hidup rukun di tengah dinamika kota besar. Keharmonisan tersebut mulai terganggu ketika sekelompok preman berusaha memanfaatkan kondisi ekonomi warga demi kepentingan pribadi.

Konflik yang disajikan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggambarkan berbagai persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Melalui alur cerita yang ringan dan penuh humor, pertunjukan ini menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan, keberanian, dan kepedulian sosial.

Kehadiran komedian Betawi Rudi Sipit sebagai bintang tamu turut menambah semarak suasana dan menjadi salah satu daya tarik bagi para penonton.

Pertunjukan yang disutradarai Maulana Firdaus dan ditulis oleh Riyanto RA tersebut melibatkan 16 penampil yang memadukan unsur teater tradisional, musik, komedi, dan budaya Betawi dalam satu sajian yang menghibur sekaligus sarat makna.

Riyanto RA menegaskan bahwa lenong lahir dari kehidupan masyarakat Betawi sehingga cerita yang diangkat harus tetap dekat dengan realitas keseharian warga.

“Melalui Lenong Kampung Te-Ko, kami ingin menghadirkan kisah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Komitmen Melestarikan Budaya Betawi

Sanggar Oplet Robet dikenal sebagai komunitas pelestari budaya Betawi yang aktif mengembangkan berbagai kesenian tradisional, mulai dari lenong, tari Betawi, gambang kromong hingga berbagai seni pertunjukan rakyat lainnya.

Pimpinan Sanggar Oplet Robet, Ramdani atau yang akrab disapa Qubil AJ, menilai kesempatan tampil di Galeri Indonesia Kaya menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan kesenian Betawi kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, budaya Betawi harus terus hadir dan berkembang di tengah perubahan Jakarta sebagai kota metropolitan agar tetap dikenal dan dicintai generasi masa kini maupun mendatang.

Pertunjukan Lenong Kampung Te-Ko merupakan bagian dari rangkaian program seni Betawi yang dihadirkan Galeri Indonesia Kaya sepanjang Juni 2026 dalam rangka memeriahkan HUT ke-499 Jakarta. Program tersebut sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku seni tradisional untuk terus berkarya dan memperkenalkan budaya lokal kepada publik.

Keberhasilan pertunjukan ini menarik perhatian penonton menjadi bukti bahwa kesenian tradisional tidak pernah kehilangan daya tariknya. Dengan kemasan yang relevan, menghibur, dan dekat dengan kehidupan masyarakat, lenong Betawi mampu menjadi jembatan yang menghubungkan warisan budaya masa lalu dengan generasi masa depan. (Tim/Red)

Komentar0

Type above and press Enter to search.