GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

INDOFEST 2026 Targetkan Rp60 Miliar Transaksi, Soroti Masa Depan Industri Outdoor Nasional


Tinta Rakyat Nusantara.Com, JAKARTA – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 kembali digelar di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada 4–7 Juni 2026. Memasuki usia ke-10, pameran perlengkapan dan aktivitas luar ruang terbesar di Asia Tenggara ini menandai satu dekade perjalanan industri outdoor Indonesia yang terus berkembang.

Di tengah antusiasme pengunjung, diskon besar-besaran, konser musik, serta target transaksi puluhan miliar rupiah, muncul pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri outdoor nasional yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar.

Chief Executive Officer COS Event, Disyon Toba, mengatakan perjalanan INDOFEST selama sepuluh tahun bukanlah hal mudah. Tantangan utama yang dihadapi adalah menyatukan berbagai elemen dalam ekosistem outdoor agar memiliki visi yang sama.

“Perjalanan 10 tahun INDOFEST tidaklah mudah. Tantangan terbesar adalah menyatukan produsen, pelaku industri outdoor, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memiliki visi dan tujuan yang sama, yaitu memperkenalkan produk, aktivitas outdoor, serta mengembangkan komunitas luar ruang di Indonesia,” ujar Disyon.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar dan berpotensi menjadi modal utama dalam pengembangan industri outdoor, wisata petualangan, hingga ekonomi berbasis alam. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan kebijakan yang lebih kuat agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan potensi tersebut memiliki nilai tambah yang tinggi melalui pengelolaan yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selama satu dekade penyelenggaraan, INDOFEST tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga wadah bertemunya komunitas, pelaku usaha, dan pecinta kegiatan luar ruang. Untuk menandai perjalanan tersebut, panitia menghadirkan Mini Museum yang menampilkan dokumentasi perkembangan festival sejak pertama kali digelar pada 2016.

Selain itu, penyelenggara bekerja sama dengan komunitas Bersibersi Lemari dalam program pengumpulan pakaian bekas layak pakai yang nantinya akan dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Project Director INDOFEST 2026, Niken Saraswati Ratnaningtyas, mengungkapkan tren aktivitas luar ruang terus mengalami peningkatan, khususnya di kalangan generasi muda. Fenomena tersebut sejalan dengan tren global yang menunjukkan tingginya minat Generasi Z terhadap kegiatan outdoor.

“Secara global, Generasi Z menjadi salah satu kelompok yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap aktivitas outdoor. Fenomena yang sama juga terlihat di Indonesia. Aktivitas luar ruang semakin diminati karena mudah diakses, beragam, dan sesuai dengan kondisi alam serta iklim Indonesia,” ujar Niken.

Meningkatnya minat masyarakat juga terlihat dari komposisi peserta pameran tahun ini. Sebanyak 80 merek perlengkapan outdoor turut berpartisipasi, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan brand lokal. Dominasi produk dalam negeri tersebut menunjukkan perkembangan positif industri outdoor nasional yang selama bertahun-tahun identik dengan produk impor.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi. Pengelolaan jalur pendakian, keamanan aktivitas luar ruang, konservasi lingkungan, hingga edukasi bagi para pelaku kegiatan alam terbuka menjadi isu yang terus mengemuka seiring meningkatnya jumlah peminat.

Selama empat hari pelaksanaan, INDOFEST 2026 menargetkan 60 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp60 miliar. Berbagai produk ditawarkan dengan potongan harga hingga 70 persen guna menarik minat konsumen.

Besarnya target tersebut menunjukkan potensi ekonomi yang terus tumbuh dalam sektor outdoor. Namun, perkembangan industri ini dinilai tidak cukup hanya diukur dari jumlah pengunjung dan nilai transaksi. Dibutuhkan pembangunan ekosistem yang berkelanjutan agar industri outdoor Indonesia mampu berkembang lebih jauh dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

INDOFEST 2026 dibuka untuk umum dengan harga tiket Rp75 ribu. Pameran berlangsung setiap hari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB serta menghadirkan sejumlah musisi seperti Ten2Five, Fiersa Besari, Mocca, dan Souljah.

Satu dekade INDOFEST menjadi bukti bahwa industri outdoor Indonesia terus bertumbuh. Namun, di balik kemeriahan pameran, industri ini masih menantikan dukungan yang lebih konkret agar mampu naik kelas dan menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif berbasis alam yang berdaya saing tinggi. (Tim Liputan)

Komentar0

Type above and press Enter to search.