Tinta Rakyat Nusantara.Com, Pontianak – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pontianak bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat menyatakan komitmennya untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di masa mendatang.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Ketua Bawaslu Kota Pontianak, Ridwan, beserta jajaran dengan pengurus AMSI Kalbar yang berlangsung di Pontianak kemarin.
Ridwan mengatakan, berdasarkan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024, terdapat sejumlah catatan penting yang perlu menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada 2029 mendatang.
“Berdasarkan Pemilu dan Pilkada 2024 lalu, ada beberapa catatan yang menjadi evaluasi kita bersama agar untuk Pemilu dan Pilkada 2029 mendatang dapat diperbaiki,” ujar Ridwan.
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah permasalahan data pemilih di kawasan perbatasan antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, khususnya di wilayah Perumnas IV. Selain itu, masih ditemukan ketidakakuratan Daftar Pemilih Tetap (DPT), seperti adanya warga yang telah meninggal dunia namun masih tercatat sebagai pemilih.
Ridwan juga menyoroti praktik politik uang (money politics) yang masih ditemukan selama tahapan Pemilu dan Pilkada berlangsung.
“Masih ada laporan ternyata money politics marak saat pemilu dan pilkada. Sementara di lain sisi itu disebutkan hanya sebagai cost politics,” terangnya.
Untuk itu, Bawaslu Kota Pontianak mengajak AMSI Kalbar yang beranggotakan berbagai media siber untuk turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.
“Dengan kita bersama-sama melakukan pengawasan diharapkan akan dapat meminimalisir pelanggaran yang terjadi di pemilu dan pilkada,” harapnya.
Sementara itu, Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, menyambut baik ajakan tersebut. Ia menilai Bawaslu dan media memiliki kesamaan fungsi sebagai kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.
“Kami mengapresiasi Bawaslu yang menggandeng media siber yang tergabung dalam AMSI untuk mengawasi jalannya pelaksanaan Pemilu dan Pilkada,” ujarnya.
Muhlis berharap sinergi antara Bawaslu dan media siber dapat menciptakan pengawasan yang lebih efektif sehingga menghasilkan proses Pemilu dan Pilkada yang berkualitas, transparan, dan berintegritas.
“Pengawasan yang ketat akan dapat menciptakan pemilu dan pilkada yang berkualitas sehingga melahirkan wakil rakyat dan pemimpin yang memiliki integritas serta kredibilitas,” pungkasnya.
(Dwi/Red).

Komentar0