GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Demo HIMAPSI–SALING Memanas di Pematangsiantar, Massa Desak Sekda Dicopot


Tinta Rakyat Nusantara.Com, PEMATANGSIANTAR — Aksi unjuk rasa ratusan massa dari DPC Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) bersama Sahabat Lingkungan (SALING), Senin (13/4/2026), berlangsung ricuh dan memanas.

Massa yang bergerak dari Jalan Merdeka, tepatnya di simpang tiga depan BRI, melakukan long march menuju Kantor DPRD sebelum akhirnya kembali menggelar aksi di Kantor Wali Kota Pematangsiantar. Situasi mulai tidak terkendali ketika massa berhasil menembus barikade aparat kepolisian dan Satpol PP.

Ketegangan memuncak saat demonstran merangsek masuk ke area kantor wali kota akibat kekecewaan terhadap respons pemerintah daerah yang dinilai lamban.

Beruntung, situasi berhasil diredam setelah perwakilan Pemerintah Kota, Amdani Lubis selaku Asisten III, turun langsung menemui massa. Dalam pertemuan tersebut, ia menerima tuntutan dan menandatangani berita acara sebagai bentuk komitmen menindaklanjuti aspirasi.

Koordinator aksi, Aldi Girsang, menegaskan bahwa aksi tersebut dipicu dugaan pelanggaran serius dalam penanganan kasus disiplin ASN berinisial HYAP. Ia menuding Sekretaris Daerah telah bertindak ultra vires atau melampaui kewenangannya.

“Ini bukan sekadar kesalahan administrasi, tetapi sudah mengarah pada penyalahgunaan wewenang. Wali Kota tidak boleh tinggal diam,” tegas Aldi di tengah aksi.

Massa juga menyoroti belum ditindaklanjutinya rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV yang telah diterbitkan sejak 12 Februari 2026. Hingga kini, lebih dari 60 hari berlalu tanpa adanya sanksi tegas.

Selain itu, demonstran mengungkap dugaan kejanggalan dalam proses pemeriksaan, di antaranya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang disebut terbit sebelum pemeriksaan fisik dilakukan. Kondisi ini dinilai sebagai indikasi adanya manipulasi prosedur.

Dalam tuntutannya, massa mendesak:

Sekretaris Daerah dijatuhi sanksi berat

Inspektorat dicopot dan diperiksa atas dugaan rekayasa LHP

BKN dan Kemenpan-RB turun tangan jika pemerintah daerah tidak bertindak

Aksi tersebut menjadi sorotan publik dan memicu kekhawatiran akan eskalasi yang lebih besar. Massa bahkan memberikan ultimatum keras: jika tuntutan tidak segera dipenuhi, gelombang demonstrasi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar akan kembali digelar dalam waktu dekat.

(Rizky/Tim Liputan).

Komentar0

Type above and press Enter to search.