Tinta Rakyat Nusantara.Com, Pontianak – Konsep “Roadmap Allah: Strategi Memperbaiki Diri dan Penghapus Dosa” menjadi materi kajian utama yang disampaikan Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kalimantan Barat selama bulan Ramadhan di berbagai masjid dan instansi di Kota Pontianak.
Kajian tersebut disampaikan di sejumlah masjid, di antaranya Masjid Raya Mujahidin, Masjid Jamiatul Iman Pontianak Barat, Masjid Al Ikhlas Jalan Wonoyoso Gang 3 Pontianak Selatan, Masjid Nurul Wahdah Pontianak Selatan, Masjid Jamiatush Shalihin Pontianak Selatan, serta di Kantor BPHL 10 (Balai Pengelolaan Hutan Lestari) Kementerian Kehutanan di Jalan Jenderal A. Yani.
Selain itu, materi kajian ini juga direncanakan akan disampaikan di Masjid Ikhwanul Mukminun Pontianak Tenggara, Masjid Nurul Salam Pontianak Timur, Masjid Al Kahfi Sei Raya Dalam, serta Masjid Nurul Hamid Pontianak Barat.
Sebelum Ramadhan, konsep yang sama juga telah dipaparkan dalam kegiatan Tarhib Ramadhan di beberapa instansi pemerintah, antara lain di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Kantor Bea Cukai Pontianak, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kubu Raya, serta Kantor Pelayanan Pajak Kota Pontianak.
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT sejatinya telah memberikan “roadmap” atau pedoman kehidupan bagi manusia sebagai strategi untuk memperbaiki diri dan membersihkan dosa.
Dijelaskan bahwa pada awal penciptaannya manusia berada dalam keadaan suci tanpa dosa dan pernah bersaksi di hadapan Allah di alam ruh, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, Surah Al-A’raf ayat 172 serta Surah Ar-Rum ayat 30.
Namun dalam perjalanan hidup di dunia, manusia sering kali melakukan berbagai kesalahan dan dosa. Oleh karena itu, Allah Yang Maha Pengasih memberikan jalan bagi hamba-Nya untuk memperbaiki diri.
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Qur'an Surah Hud ayat 114–115
وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:
“Dirikanlah salat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.”yang menegaskan bahwa perbuatan-perbuatan baik dapat menghapus perbuatan-perbuatan buruk.
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa roadmap perbaikan diri yang diberikan Allah kepada manusia dapat dilihat melalui tiga tahapan pembinaan.
Pertama adalah perbaikan harian yang tercermin dalam shalat, khususnya doa antara dua sujud yang berisi berbagai permohonan penting bagi kehidupan seorang hamba, seperti ampunan, rahmat, petunjuk, kesehatan, kecukupan rezeki, serta kemuliaan hidup.
Kedua adalah program perbaikan mingguan melalui pelaksanaan shalat Jumat yang disertai khutbah sebagai sarana muhasabah atau evaluasi diri bagi umat Islam.
Ketiga adalah program perbaikan tahunan melalui bulan Ramadhan yang menjadi momentum besar pembinaan spiritual umat Islam. Dalam Ramadhan terdapat berbagai ibadah yang menjadi sarana pembersihan diri, seperti puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, majelis taklim, zakat dan sedekah, i’tikaf, serta peningkatan kepedulian sosial.
Melalui rangkaian ibadah tersebut, umat Islam diharapkan mampu memperbaiki kondisi ruhani dan kembali kepada Allah dalam keadaan bersih dari dosa.
“Jika seorang hamba melaksanakan roadmap Allah ini dengan ikhlas, maka insya Allah kehidupannya akan diperbaiki oleh Allah dan saat kembali menghadap-Nya berada dalam keadaan fitrah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut.
Dengan memahami roadmap Ilahi tersebut, Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik, bersih dari dosa, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Penulis : Kyai Burhansyah. M.Pd
Editor:Red

Komentar0