Tinta Rakyat Nusantara.Com, Pontianak – Menjelang dimulainya masa libur cuti bersama dan puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat semakin mematangkan kesiapan operasional pengamanan.
Hal tersebut ditegaskan dalam Apel Pagi Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang digelar di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Minggu (15/3/2026).
Apel yang diikuti seluruh personel Satuan Tugas Operasi tersebut dipimpin oleh Kasatgas Preventif Operasi Ketupat Kapuas 2026, AKBP Paino. Dalam arahannya, ia menekankan dua fokus utama operasi, yakni maksimalisasi pengamanan di titik-titik strategis mobilitas masyarakat serta penegakan disiplin personel di lapangan.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran, kepolisian memprediksi lonjakan arus mudik mulai terjadi dalam waktu dekat. Karena itu, pengawasan akan difokuskan pada sejumlah lokasi vital, seperti bandara, terminal antarnegara, pelabuhan, hingga pusat perbelanjaan.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap jadwal keberangkatan kapal laut yang diperkirakan mengalami peningkatan signifikan pada 18 Maret 2026.
“Patroli preventif dan penyampaian imbauan keselamatan harus dilakukan secara masif, terutama di pelabuhan-pelabuhan kecil dan jalur penyeberangan rakyat untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perairan,” ujar AKBP Paino.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Kapuas 2026, memastikan seluruh infrastruktur komunikasi dan informasi telah disiapkan guna mendukung kelancaran operasi pengamanan.
Menurutnya, setiap perkembangan situasi di lapangan, khususnya di lokasi vital seperti terminal antarnegara dan pelabuhan, akan dipantau serta dilaporkan secara real-time.
“Kami memastikan bahwa setiap dinamika di lapangan dapat terlaporkan secara cepat. Profesionalisme Polri tidak hanya dilihat dari tindakan di lapangan, tetapi juga dari performa personel serta kejelasan informasi yang disampaikan kepada publik,” jelas Bambang.
Ia juga menambahkan bahwa aspek human interest dan pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026.
Personel yang bertugas di lapangan telah diinstruksikan untuk menjaga sikap tampang, kerapian, serta memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk penghormatan dan upaya menghadirkan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat.
“Kami bekerja dengan penuh keikhlasan agar mudik tahun ini berjalan aman dan menjadi ladang ibadah bagi kita semua,” pungkasnya.
(*/Dwi-Red)



Komentar0