Tinta Rakyat Nusantara.Com, MEULABOH – Komitmen mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang produktif terus diperkuat. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto, turun langsung melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke Lapas Kelas IIB Meulaboh dan Lapas Kelas III Calang, Rabu (25/03/2026).
Kunjungan diawali di Lapas Meulaboh dengan agenda panen raya kacang tanah, hasil program pembinaan kemandirian warga binaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan di dalam lapas mampu memberikan dampak nyata, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Apa yang kita lihat hari ini adalah bukti bahwa jeruji besi bukan penghalang untuk tetap produktif. Warga binaan kita siapkan agar memiliki keahlian yang bermanfaat bagi masyarakat luas saat mereka bebas nanti,” ujar Yan Rusmanto.
Tak hanya sektor pertanian, Kakanwil juga meninjau bengkel kerja pembuatan batako. Program ini dinilai strategis karena membekali warga binaan dengan keterampilan teknis bernilai ekonomi tinggi, khususnya di sektor konstruksi.
Sementara itu di Lapas Kelas III Calang, suasana pembinaan spiritual turut menjadi perhatian. Yan Rusmanto menyempatkan diri menyapa warga binaan yang tengah mengikuti pengajian rutin. Ia memberikan motivasi agar masa pidana dijadikan momentum untuk memperbaiki diri.
“Jangan biarkan waktu berlalu sia-sia. Jadikan tempat ini sebagai madrasah untuk memperbaiki akhlak dan memperdalam ilmu agama. Setiap orang punya masa lalu, tapi semua orang punya hak atas masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kakanwil juga melakukan inspeksi terhadap sejumlah area vital, mulai dari dapur, klinik, blok hunian hingga sistem penjagaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek layanan dan keamanan berjalan sesuai standar.
Menutup kegiatan, Yan Rusmanto memberikan arahan tegas namun tetap suportif kepada seluruh jajaran petugas.
“Saya minta seluruh jajaran bekerja dengan hati, tetap profesional, dan hindari segala bentuk penyimpangan. Mari kita jaga marwah institusi dengan memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan maupun masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Aceh semakin solid dalam meningkatkan kualitas pembinaan, serta mampu menciptakan lapas yang tidak hanya sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai pusat pembentukan keterampilan dan perubahan positif.
(Zainal / Editor:Red).



Komentar0