GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Gotong Royong Tanpa Menunggu Bantuan, Warga Bpiri Bangun Harapan Lewat Jembatan Desa


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Jayawijaya, Papua – Semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya di Kampung Tirunggu, Distrik Bpiri, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Pada Jumat, 20 Maret 2026, puluhan warga dari tujuh kampung bersatu memperbaiki jembatan penghubung utama yang rusak parah akibat hujan lebat.

Warga yang terlibat berasal dari Kampung Tirunggu, Walamakma, Dlongoki, Iriliga, Ongabaga, Ayoma, dan Dlingama Timur. Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai akses utama yang menghubungkan ibu kota distrik dengan kampung-kampung di sekitarnya, sekaligus jalur penting untuk mobilitas hasil pertanian masyarakat.

Kerusakan jembatan yang semakin parah dinilai membahayakan pengguna. Tanpa menunggu bantuan dari pemerintah, masyarakat memilih bergerak cepat melakukan perbaikan secara swadaya. Berbagai kebutuhan seperti kayu, paku, hingga alat kerja dikumpulkan secara mandiri oleh warga.

Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Bpiri, Ton Gombo. Ia menegaskan bahwa perbaikan jembatan merupakan kebutuhan mendesak yang menyangkut kepentingan bersama.

“Ini akses utama masyarakat, baik untuk aktivitas antar kampung maupun ke kota. Karena itu kami sepakat memperbaikinya bersama-sama,” ujarnya.

Tak hanya warga, sejumlah tokoh pemerintah, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat umum turut ambil bagian, mulai dari pengerjaan hingga penyediaan logistik. Kebersamaan ini menjadi cerminan kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat pedesaan.

Kepala Dusun Tippulu Barat juga menilai kegiatan ini bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antarwarga. “Semua kompak dan ikhlas demi kepentingan bersama,” katanya.

Perbaikan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar arus transportasi serta distribusi hasil kebun masyarakat. Dengan akses yang lebih aman dan layak, aktivitas ekonomi warga pun diyakini akan meningkat.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa dengan persatuan dan semangat kebersamaan, masyarakat mampu menghadirkan solusi atas persoalan infrastruktur secara mandiri, bahkan tanpa menunggu intervensi pemerintah. Pemerintah kampung pun memberikan apresiasi atas gerakan tersebut dan berharap semangat gotong royong terus terjaga demi pembangunan desa yang berkelanjutan. (*/TRN-Red)

Komentar0

Type above and press Enter to search.