GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Pangdam XII/Tanjungpura Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih: Motor Baru Ekonomi Desa di Kubu Raya

Pangdam XII/TPR foto bersama Kades dan Pengurus Koperasi KDKMP Desa Rasau Jaya I.

Tinta Rakyat Nusantara.Com, Kubu Raya — Panglima Kodam XII/Tanjungpura (Pangdam XII/Tpr) Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., meninjau langsung progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya. Jumat (27/02/2026)

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pembangunan infrastruktur penggerak ekonomi desa berjalan sesuai spesifikasi dan standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam keterangannya, Pangdam menegaskan bahwa proyek KDKMP merupakan amanat strategis pemerintah pusat untuk memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat desa.

“Kehadiran kami hari ini untuk memastikan pembangunan KDKMP Desa Rasau Jaya Satu berjalan tepat sasaran. Ini adalah program prioritas pemerintah, sehingga menjadi kewajiban kita bersama untuk melaksanakannya dengan standar terbaik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.

Ia berharap koperasi tersebut tidak sekadar menjadi simbol administratif, melainkan benar-benar berfungsi sebagai motor penggerak ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

“Koperasi Desa harus menjadi katalisator penguatan ekonomi lokal. Jika ekonomi desa kuat, maka ketahanan pangan nasional secara otomatis akan ikut kokoh,” tegasnya.

Ke depan, Pangdam menginstruksikan agar pengelola koperasi jeli dalam menyuplai komoditas kebutuhan primer masyarakat Desa Rasau Jaya Satu.

“Saya berharap KDKMP ini mampu menyediakan stok barang yang memang menjadi kebutuhan utama warga. Jadikan koperasi ini sebagai wadah utama pembangunan ekonomi desa,” pesannya.

Ia juga menjelaskan pembagian peran dalam keberlanjutan koperasi tersebut. Pemerintah, kata dia, menyiapkan infrastruktur dan sarana pendukung, sementara modal usaha dan keberlangsungan koperasi bersumber dari anggota.

“Ini adalah dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” tutupnya.

Berbeda dengan proyek infrastruktur pada umumnya, pembangunan KDKMP tidak menggunakan mekanisme kontrak pihak ketiga. Seluruh proses dilakukan melalui sistem padat karya dengan memberdayakan tenaga kerja lokal, khususnya warga yang memiliki keahlian pertukangan.

Langkah ini bertujuan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sejak tahap konstruksi. Apabila tenaga ahli tertentu tidak tersedia di wilayah tersebut, barulah tenaga tambahan didatangkan dari luar daerah.

Dari sisi desain, bangunan KDKMP mengusung arsitektur seragam secara nasional sebagai identitas standar. Untuk memastikan kesesuaian pembangunan dengan desain baku, diterapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan tenaga ahli pendamping dari PT Agrinas Pangan Nusantara serta Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Peran Babinsa dinilai vital dalam menjaga akuntabilitas pembangunan. Setiap hari, Babinsa memantau pengerjaan dan mengirimkan Laporan Kemajuan Fisik (Lapjusik) dua kali sehari melalui portal terintegrasi milik PT Agrinas Pangan Nusantara, sehingga progres pembangunan dapat dipantau secara real-time hingga tingkat pusat.

Hadirnya KDKMP diharapkan bukan hanya menjadi simbol kemandirian ekonomi desa, tetapi juga menjadi wujud nyata gotong royong dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.

(Dwi-Red/Pendam XII)

Komentar0

Type above and press Enter to search.