GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Konkernas PWI 2026 Sahkan Penyempurnaan Konstitusi, Tetapkan Program Kerja 2025–2030 dan Lampung Tuan Rumah HPN 2027


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Serang – Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menghasilkan sejumlah keputusan strategis bagi arah dan masa depan organisasi. Forum nasional tersebut mengesahkan penyempurnaan konstitusi organisasi, menetapkan Program Kerja PWI 2025–2030, memperkuat tata kelola keuangan, serta menetapkan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Konkernas PWI 2026 berlangsung di Hotel Aston Serang, Banten, Sabtu (7/2/2026), dan dihadiri perwakilan PWI provinsi se-Indonesia. Forum ini menjadi momentum konsolidasi nasional pasca-Kongres PWI 2025 sekaligus ruang evaluasi dan penataan organisasi ke depan.

Sidang pleno Konkernas dipimpin Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh, selaku Ketua Rapat Pleno, didampingi Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS.

Tiga Komisi Bahas Konstitusi, Program Kerja, dan Keuangan

Pembahasan Konkernas dibagi ke dalam tiga komisi kerja.

Komisi A yang membahas penyempurnaan konstitusi organisasi dipimpin Djoko Tetuko.

Komisi B yang membahas Program Kerja PWI 2025–2030 dipimpin Ketua Bidang Pembinaan Daerah PWI Pusat, Mirza Zulhadi.

Sementara Komisi C yang membahas tata kelola keuangan organisasi dipimpin Bendahara Umum PWI, Marthen Selamet Susanto.

Pembahasan paling dinamis terjadi di Komisi A terkait penyempurnaan konstitusi organisasi. Forum akhirnya menyepakati perubahan nomenklatur konstitusi organisasi dari sebelumnya Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) menjadi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI.

Perubahan ini bertujuan menyeragamkan penyebutan konstitusi PWI dengan praktik organisasi nasional lainnya tanpa mengubah substansi aturan dasar organisasi.

Tim penyempurnaan konstitusi yang terdiri dari Zulkifli Gani Ottoh, Nurcholis Basari, Djoko Tetuko, Anrico Pasaribu, Zul Effendi, Novrizon Burman, dan Iskandar Zulkarnain sebelumnya juga mengusulkan pembentukan Majelis Tinggi ad hoc sebagai lembaga tertinggi organisasi untuk mengantisipasi kebuntuan keputusan Dewan Kehormatan, sebagaimana pernah terjadi pada periode sebelumnya.

Namun, mayoritas peserta Konkernas memilih mempertahankan struktur organisasi yang ada dengan memperkuat peran dan fungsi Dewan Kehormatan. Dengan demikian, usulan pembentukan lembaga baru tersebut tidak diadopsi.

Perdebatan juga mengemuka terkait masa bakti pengurus PWI kabupaten/kota yang diusulkan menjadi empat tahun. Forum memutuskan tetap mempertahankan masa bakti tiga tahun sesuai ketentuan sebelumnya.

Sementara itu, usulan perubahan sistem pemilihan Ketua Umum melalui mekanisme formatur langsung juga tidak disetujui. Forum sepakat mempertahankan sistem pemilihan yang berlaku saat ini, dengan catatan opsi penggunaan sistem e-voting dapat dipertimbangkan apabila kesiapan teknis memungkinkan, paling cepat pada Kongres PWI 2030 mendatang.

Ketua Umum: Momentum Pembenahan Organisasi

Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, menegaskan bahwa Konkernas 2026 merupakan momentum strategis untuk pembenahan organisasi sekaligus menjawab dinamika internal yang sempat terjadi.

“Forum ini sangat penting dan strategis. Di sinilah ketetapan dan perubahan kita putuskan bersama untuk menentukan bagaimana organisasi PWI dikelola dan dibawa ke masa depan,” ujar Munir.

Menurutnya, konflik internal pada periode sebelumnya menjadi pelajaran berharga bahwa regulasi dan tata kelola organisasi harus diperkuat agar setiap keputusan memiliki legitimasi yang mengikat seluruh elemen organisasi.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus PWI di semua tingkatan untuk mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok demi menjaga soliditas dan profesionalisme PWI.

Lampung Resmi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Menjelang penutupan sidang, Konkernas PWI 2026 secara aklamasi menetapkan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional dan Porwanas 2027. Penetapan tersebut didasarkan pada adanya surat dukungan resmi dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, secara simbolis menyerahkan surat dukungan Gubernur Lampung, Rachmat Mirzani Djausal, kepada Ketua Umum PWI, didampingi Sekretaris Jenderal PWI Zulmansyah Sekedang.

Ketua Umum PWI kemudian secara resmi menutup rangkaian Konkernas PWI 2026 dan menyatakan bahwa dukungan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui rapat pleno serta penyampaian jawaban resmi kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

Wirahadikusumah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Lampung.

“Alhamdulillah, tidak ada penolakan dari PWI provinsi lain. Lampung dinilai paling siap untuk menyelenggarakan HPN dan Porwanas 2027,” ujarnya.

Konkernas PWI 2026 menjadi momentum penting konsolidasi nasional guna memperkuat tata kelola organisasi, memastikan soliditas internal, serta menjaga relevansi PWI dalam menghadapi tantangan dunia pers dan demokrasi di masa mendatang.

Konkernas ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian HPN 2026 Banten. Keberhasilan penyelenggaraan HPN 2026 Banten juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan sponsor, antara lain Artha Graha Peduli, Artha Graha Network, PT Astra International Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Pertamina (Persero), GAPKI, Triputra Group, PT Djarum, BYD Motor Indonesia, PT PLN (Persero), Harita Nickel, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, EMTEK, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, Jamkrindo, Indofood Sukses Makmur Tbk, Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Taspen, Pelindo, Sinar Mas Land, Bank BJB, PT Nestlé Indonesia, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, Kompas.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero), BPJS Kesehatan, Askrindo, serta PT Pupuk Kalimantan Timur.

(Arman/Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.