GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

UE Apresiasi Peran Raja Mohammed VI, Soroti Inisiatif Kerajaan Atlantik Afrika


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Brussels — Uni Eropa (UE) menegaskan dukungan kuatnya terhadap peran strategis Kerajaan Maroko dalam mendorong perdamaian dan kerja sama kawasan, pada Sidang ke-15 Dewan Asosiasi Maroko–UE yang digelar di Brussels, Kamis (29/1/2026).

Dalam komunike bersama, UE secara khusus mengapresiasi peran Yang Mulia Raja Mohammed VI selaku Ketua Komite Al-Quds, serta menegaskan dukungannya terhadap upaya komite tersebut dalam memperjuangkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah, khususnya terkait konflik Israel–Palestina.

UE menilai komitmen Maroko terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai elemen kunci dalam menjaga stabilitas kawasan. Kepemimpinan Raja Mohammed VI dipandang sebagai faktor penting yang memungkinkan Maroko memainkan peran penyeimbang dan jembatan diplomasi di tengah kompleksitas politik regional.

Komite Al-Quds yang dipimpin Raja Mohammed VI selama ini dikenal aktif mendorong dialog, perlindungan warisan budaya dan spiritual Yerusalem, serta upaya-upaya perdamaian. Pengakuan UE tersebut mencerminkan relevansi berkelanjutan komite ini di tengah dinamika konflik yang terus berlangsung.

Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, menyambut positif dukungan UE tersebut. Menurutnya, pengakuan terhadap Komite Al-Quds tidak hanya bermakna diplomatik, tetapi juga mencerminkan sikap moral.

“Dukungan Uni Eropa menunjukkan bahwa Maroko dinilai konsisten membela keadilan dan perdamaian di kawasan yang sangat sensitif. Kepemimpinan yang dilandasi tanggung jawab moral seperti ini patut diapresiasi,” ujar Wilson Lalengke di Jakarta.

Selain isu Timur Tengah, UE juga menyampaikan apresiasi terhadap peran konstruktif Maroko dalam kerja sama kawasan Afrika, khususnya melalui Royal Initiative for Atlantic African States atau Inisiatif Kerajaan untuk Negara-Negara Afrika Atlantik.

Inisiatif yang diluncurkan Raja Mohammed VI pada 2022 tersebut melibatkan 23 negara Afrika yang berbatasan dengan Samudra Atlantik, dengan tujuan membangun kawasan Atlantik Afrika sebagai ruang dialog, kerja sama, dan pembangunan bersama.

UE menilai inisiatif ini sebagai proyek geostrategis visioner yang mendorong stabilitas, ko-pembangunan, dan integrasi ekonomi regional, sekaligus memperkuat posisi Afrika dalam tatanan global.

Wilson Lalengke menilai inisiatif tersebut sebagai contoh kepemimpinan yang melampaui batas negara. “Inisiatif Atlantik Afrika menunjukkan bagaimana kerja sama lintas negara dapat dibangun atas dasar dialog dan tanggung jawab bersama. Ini sejalan dengan semangat jurnalisme warga yang mengedepankan kolaborasi dan kebenaran,” ujarnya.

Sidang Dewan Asosiasi Maroko–UE ke-15 juga diwarnai dialog politik intensif yang membahas perkembangan di negara-negara sekitar, serta tantangan bersama seperti stabilitas regional, migrasi, dan integrasi ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, Maroko kembali ditegaskan sebagai mitra strategis UE dan dipandang sebagai aktor penting dalam menjaga perdamaian, stabilitas, serta pembangunan berbasis kemitraan.

“Konsep pembangunan bersama yang ditekankan dalam dialog Maroko–UE menunjukkan filosofi kemitraan yang setara, bukan dominasi. Ini menjadi contoh positif bagi kerja sama internasional,” tambah Wilson Lalengke.

Sidang ini dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Warga Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita, serta Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas. Hadir pula Komisaris UE untuk Kawasan Mediterania Dubravka Å uica, serta sejumlah menteri luar negeri negara anggota UE seperti Spanyol, Belanda, Slovakia, Estonia, Republik Ceko, dan Malta.

Partisipasi luas negara-negara anggota UE tersebut menunjukkan pengakuan kolektif terhadap peran strategis Maroko dalam mendorong perdamaian dan kerja sama lintas kawasan.

Sidang Dewan Asosiasi Maroko–UE ke-15 menegaskan apresiasi UE terhadap visi Raja Mohammed VI dalam memajukan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan bersama, baik di Timur Tengah maupun di kawasan Afrika. 

(*/TRN)

Sumber: Wilson Lalengke


Komentar0

Type above and press Enter to search.