Tinta Rakyat Nusantara.Com, Sukabumi — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., turun langsung meninjau pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (12/01/2026).
Distribusi MBG tersebut dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mendampingi Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Saat ini, terdapat sekitar 600.000 kader TPK di seluruh Indonesia, dengan 111.000 kader berada di Jawa Barat dan 6.300 kader di antaranya bertugas di Kabupaten Sukabumi.
Data tersebut disampaikan Menteri Wihaji dalam kegiatan Temu Kader TPK Pendistribusian MBG 3B. Keberadaan dan peran kader TPK diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya Pasal 47.
Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa kementerian yang menyelenggarakan urusan kependudukan dan pembangunan keluarga, termasuk BKKBN, mendayagunakan kader pendamping keluarga untuk mendistribusikan MBG kepada sasaran 3B serta memberikan edukasi pola konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga.
“Alhamdulillah, kita ditugasi Bapak Presiden untuk memastikan minimal hulunya bagus. Hulunya harus dipastikan agar anak-anak kita tidak stunting dan mendapatkan gizi yang cukup,” ujar Menteri Wihaji.
Selain meninjau pendistribusian MBG 3B, Menteri Wihaji beserta jajaran juga melakukan pengecekan lapangan terhadap sejumlah kendala yang dihadapi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menegaskan agar permasalahan yang ditemukan tidak kembali terulang di kemudian hari.
Sementara itu, Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., menyambut baik kunjungan Menteri Wihaji. Menurutnya, kehadiran pimpinan Kemendukbangga/BKKBN menjadi dorongan kuat bagi daerah dalam percepatan penurunan stunting.
“Kehadiran Pak Menteri menjadi semangat baru dalam upaya pengentasan stunting di Kabupaten Sukabumi. Kami optimistis Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan keluarga-keluarga yang berkualitas,” ujarnya. (*/TRN)



Komentar0