GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Borneo Fair Gairahkan UMKM di Tengah Kelesuan Ekonomi


Tinta Rakyat Nusantara.Com, Pontianak – Di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kalimantan Barat kembali bergairah dengan digelarnya Borneo Fair 2025, Selasa (11/11). Pameran berskala besar yang akan berlangsung selama sepuluh hari di kawasan GOR Terpadu Pontianak ini menghadirkan lebih dari 400 UMKM dari berbagai sektor dengan ragam produk unggulan daerah.

Kepala Dinas Kepemudaan, Pariwisata, dan Olahraga (Disparpora) Kalbar, Windy Prihastari, mewakili Gubernur Kalbar Ria Norsan, saat membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pihak swasta, Firmans Grup, yang menjadi penyelenggara utama kegiatan ini.

“Pemerintah Provinsi tidak bisa sendiri dalam menggerakkan event-event besar seperti ini. Inilah bentuk kolaborasi positif antara pemerintah dan swasta untuk memperkenalkan serta memajukan UMKM Kalbar,” ujarnya.

Windy menambahkan, kehadiran pelaku ekonomi kreatif dan kuliner unggulan di Borneo Fair menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk terus berkembang. Ia juga memastikan bahwa Borneo Fair akan dimasukkan dalam kalender tahunan resmi Provinsi Kalbar, dengan mengundang partisipasi dari negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam, serta provinsi-provinsi lain di Pulau Borneo.

“Kami mengusulkan agar Borneo Fair menjadi event tetap setiap tahunnya. Nantinya, seluruh kabupaten/kota di Kalbar akan ikut berkolaborasi,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO Firmans Grup, Hendra Firmansyah, mengungkapkan bahwa gagasan penyelenggaraan Borneo Fair berawal dari keinginannya untuk menghidupkan kembali semangat Pekan Raya Pontianak (PRP) yang dulu sempat menjadi ikon masyarakat Kalbar.

“Namun visi utama kami adalah membangkitkan pelaku UMKM agar kembali bersemangat di tengah kondisi ekonomi yang menurun drastis. Kami berharap event ini bisa menjadi darah segar bagi dunia usaha kecil dan kreatif,” ujarnya.

Dari total 400 tenant yang berpartisipasi, 70 persen merupakan pelaku UMKM, sementara 30 persen lainnya diisi oleh generasi muda yang menampilkan karya kreatif, seni, hiburan, serta konser musik selama sepuluh hari penyelenggaraan.

Dengan antusiasme tinggi masyarakat, Hendra menargetkan transaksi selama Borneo Fair 2025 bisa mencapai Rp50 miliar, dengan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 20 ribu orang per hari.

“Ke depan kami berencana memperpanjang durasi Borneo Fair hingga satu bulan, dengan melibatkan lebih banyak UMKM dan hingga 1.500 tenant dari berbagai sektor,” pungkasnya.

(Dwi-Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.