Tinta Rakyat Nusantara.Com, PONTIANAK – SD Negeri 37 Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi salah satu lokasi pembelajaran langsung (shadowing) bagi delapan peserta Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kota Pontianak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi dan kesiapan calon kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinan serta tata kelola satuan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala SDN 37 Pontianak Tenggara, Hj. Tri Sumiharti, M.Pd., dipercaya sebagai Mentor 8 yang membimbing para peserta untuk mempelajari secara langsung praktik baik kepemimpinan kepala sekolah.
Kegiatan shadowing berlangsung selama empat hari, yakni Kamis, Sabtu, Minggu, dan Senin, dengan SDN 37 Pontianak Tenggara sebagai tempat pelaksanaan praktik pembelajaran di satuan pendidikan.
Adapun delapan peserta BCKS Kota Pontianak yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari sejumlah sekolah dasar, yaitu:
- Muhammad Nur Rosyid, S.Pd., dari SDN 05 Pontianak Utara.
- Dewi Ratna Sari, S.Pd., dari SDN 42 Pontianak Utara.
- Sri Reswati Mulyaningsih, M.Pd., dari SDN 13 Pontianak Timur.
- Eka Milasari Gusmin, M.Pd., dari SDN 28 Pontianak Kota.
- Evin Middawati, S.Pd., dari SDN 39 Pontianak Utara.
- Lidia Muri, M.Pd., dari SDN 08 Pontianak Barat.
- Hamna, S.Pd., dari SDN 36 Pontianak Selatan.
- Diach Rulliyati, S.Pd., dari SDN 36 Pontianak Kota.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk melihat dan mempelajari secara langsung berbagai praktik kepemimpinan kepala sekolah, mulai dari pengelolaan satuan pendidikan, pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, hingga strategi membangun budaya sekolah yang positif dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Dalam pemaparannya, Hj. Tri Sumiharti, M.Pd menegaskan bahwa sekolah merupakan replika masyarakat masa depan. Oleh karena itu, sekolah harus terus berkembang dengan mengoptimalkan seluruh potensi dan kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bertumpu pada sarana dan prasarana, tetapi juga harus dimulai dari pembangunan jiwa, karakter, serta budaya sekolah yang positif. Hal tersebut perlu diperkuat melalui kepemimpinan kepala sekolah yang berintegritas dan memiliki visi pengembangan pendidikan.
Ia menjelaskan, kepala sekolah tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif. Seorang pemimpin satuan pendidikan juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, membangun kerja sama, serta mendorong seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas kinerja.
Selain itu, Hj. Tri Sumiharti menekankan pentingnya pemenuhan persyaratan pendidikan dan pelatihan bagi guru yang akan menduduki jabatan kepala sekolah. Persiapan tersebut menjadi bagian penting agar calon kepala sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi yang memadai dalam mengemban tanggung jawab kepemimpinan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung ketentuan mengenai pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah serta penerbitan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP).
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tugas kepala sekolah mencakup tiga aspek utama, yakni manajerial, pengembangan kewirausahaan, serta supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.
Ketiga aspek tersebut harus dijalankan secara terarah dan berkesinambungan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan.
“Kompetensi kepala sekolah mencakup keterampilan, pengetahuan, nilai, dan sikap yang terefleksikan dalam kebiasaan berpikir serta bertindak sehari-hari.
Seorang kepala sekolah harus berintegritas, peka terhadap situasi, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan menyiapkan sekolah menghadapi tantangan,” ujar Hj. Tri Sumiharti,M.Pd.
Ia berharap kegiatan berbagi praktik baik tersebut tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada para peserta dalam memahami kompleksitas tugas dan tanggung jawab seorang kepala sekolah.
Dengan mengikuti kegiatan shadowing, para BCKS diharapkan mampu mengembangkan pola kepemimpinan yang efektif, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Pengalaman yang diperoleh selama pembelajaran langsung di SDN 37 Pontianak Tenggara juga diharapkan dapat diterapkan dan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, kesiapan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kota Pontianak diharapkan semakin kuat dalam membangun tata kelola sekolah yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.
(Ria/Red).




Komentar0