GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Peserta BCKS Pontianak Wajib Menginap Selama Pelatihan, Rita Tekankan Praktik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat


Tinta Rakyat Nusantara.Com, PONTIANAK – Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan, tetapi juga harus memahami serta mempraktikkan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam membangun karakter peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Disdikbud Kota Pontianak, Hj. Rita Kartikasari, SE., MM. Menurutnya, pemahaman terhadap tujuh kebiasaan tersebut menjadi bagian penting yang harus dimiliki para bakal calon kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin satuan pendidikan.

Rita menegaskan, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bukanlah penerapan langsung konsep Indonesia Emas 2045. Namun, gerakan tersebut merupakan salah satu upaya membangun karakter generasi muda yang sehat, cerdas, disiplin, dan berakhlak mulia sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Adapun tujuh kebiasaan yang ditanamkan kepada anak Indonesia meliputi:

  1. Bangun pagi.
  2. Taat beribadah.
  3. Rajin berolahraga.
  4. Gemar belajar.
  5. Makan makanan sehat dan bergizi.
  6. Aktif bermasyarakat.
  7. Tidur cepat.

Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia yang diluncurkan pada 27 Desember 2024 di Jakarta. Program ini bertujuan membentuk karakter generasi Indonesia agar tumbuh menjadi pribadi yang unggul, sehat, cerdas, dan berakhlak mulia demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pelatihan BCKS Kota Pontianak adalah kewajiban peserta untuk menginap selama mengikuti kegiatan. Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari upaya memastikan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat benar-benar dipraktikkan oleh para peserta selama pelatihan berlangsung.

Rita menjelaskan, melalui pola pelatihan dengan sistem menginap, panitia, narasumber, dan fasilitator dapat memantau secara langsung aktivitas peserta, mulai dari kebiasaan bangun pagi hingga aktivitas lainnya yang mencerminkan tujuh kebiasaan tersebut.

Menurutnya, apabila pelatihan hanya dilaksanakan dengan pola peserta datang mengikuti kegiatan kemudian pulang, pihak penyelenggara akan kesulitan memantau penerapan kebiasaan tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

"Harapannya, melalui pelatihan ini para peserta benar-benar mempraktikkan secara langsung tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Karena itu, peserta diwajibkan menginap agar aktivitas mereka selama pelatihan dapat dipantau, mulai dari bangun pagi dan seterusnya," demikian penjelasan Rita.

Lebih lanjut, Rita menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi kepemimpinan bagi BCKS Kota Pontianak merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan calon kepala sekolah yang memiliki kapasitas, integritas, serta kemampuan mengelola satuan pendidikan secara profesional.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran penting dalam menentukan arah pengembangan sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, membangun budaya pendidikan yang positif, serta mendorong peningkatan kompetensi guru dan peserta didik.

Karena itu, melalui peningkatan kompetensi tersebut, para BCKS diharapkan mampu menjadi pemimpin pendidikan yang tidak hanya memahami aspek administrasi dan manajemen sekolah, tetapi juga mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Disdikbud Kota Pontianak dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah dan pembentukan karakter peserta didik.

Dengan demikian, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi lingkungan yang membentuk kebiasaan positif, karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai moral generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

(Ria/TRN-Red).

Komentar0

Type above and press Enter to search.