Tinta Rakyat Nusantara.Com, SANGGAU – Banjir bandang disertai tanah longsor menerjang Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Bencana yang dipicu tingginya intensitas hujan tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh rumah warga terdampak.
Berdasarkan data sementara, lima rumah di Dusun Nekan dan dua rumah di Dusun Grama Jaya dilaporkan mengalami dampak akibat tanah longsor.
Di Dusun Nekan, rumah warga yang terdampak masing-masing milik Kasianus Donatus, Slamet Muliadi, Resnin, Yakub, dan Kristina Keni. Sementara di Dusun Grama Jaya, rumah milik Lasari dan Sati juga terdampak bencana tersebut.
Merespons kejadian itu, Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, S.H., bersama personel Polsek Entikong langsung turun ke lokasi untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Petugas melakukan evakuasi warga, memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan agar segera mencari tempat aman, serta menempatkan personel di sejumlah titik banjir guna membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
Selain penanganan di lapangan, Polsek Entikong juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Pemerintah Desa Nekan untuk melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat longsor.
Hingga laporan sementara diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat material longsor.
Desa Nekan diketahui merupakan salah satu wilayah yang rawan mengalami banjir dan tanah longsor ketika curah hujan tinggi. Bahkan, kejadian serupa disebut hampir terjadi setiap tahun, sehingga masyarakat yang bermukim di kawasan rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Kapolsek Entikong bersama personel masih melakukan langkah penanganan dan membantu masyarakat terdampak. Warga juga diingatkan agar tidak memaksakan diri bertahan di rumah maupun lokasi yang berpotensi terdampak banjir dan longsor susulan.
Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada aparat setempat apabila melihat adanya peningkatan debit air, pergerakan tanah, maupun tanda-tanda lain yang berpotensi memicu longsor.
Langkah cepat dan kewaspadaan masyarakat diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan, mengingat kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi masih berpotensi meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.
(Vj/TRN-Red).





Komentar0