GpWlTUM5GUziTUW8BSW9GfriGd==

Musrenbang dan Rembuk Stunting Desa Paya Dua Bahas Prioritas Pembangunan 2027


Tinta Rakyat Nusantara.Com, ACEH TIMUR – Pemerintah Desa Paya Dua, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur, melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Tahun Anggaran 2027 yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyusun prioritas pembangunan desa sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Musrenbang dan Rembuk Stunting dihadiri unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, kader kesehatan, pendamping desa, Kapolsek Peudawa, Danramil Peudawa, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Kegiatan dibuka dan dipandu Sekretaris Camat Peudawa sekaligus Pj Keuchik Desa Paya Dua, Faisal, SH, bersama pendamping desa. Rapat berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, dengan peserta aktif menyampaikan berbagai masukan terkait kebutuhan pembangunan desa.

Dalam sambutannya, Pj Keuchik Desa Paya Dua Faisal, SH, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan desa, termasuk berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan selama enam bulan pertama tahun berjalan.

Ia juga menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih serta program yang masih membutuhkan dukungan dan penyempurnaan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih optimal.

Faisal mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk menyampaikan usulan yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Camat Peudawa Iskandar menegaskan bahwa Musrenbang merupakan salah satu wadah penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menentukan arah dan skala prioritas pembangunan desa.

Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dari seluruh dusun dalam proses penjaringan aspirasi. Menurutnya, setiap usulan perlu dibahas secara terbuka dan demokratis dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kemampuan pembiayaan yang tersedia.

Camat Peudawa juga mengingatkan agar perencanaan pembangunan desa tetap selaras dengan program pemerintah daerah sehingga pembangunan yang dilaksanakan dapat berjalan efektif, tepat sasaran dan berkelanjutan.

Memasuki agenda inti, peserta melakukan perankingan terhadap berbagai usulan hasil musyawarah tingkat dusun yang sebelumnya telah dilaksanakan di seluruh wilayah Desa Paya Dua.

Berbagai usulan tersebut dibahas secara terbuka dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, manfaat bagi masyarakat, serta kemampuan pendanaan desa. Hasil pembahasan kemudian disepakati sebagai usulan prioritas pembangunan Desa Paya Dua untuk tahun perencanaan 2027.

Selama proses musyawarah berlangsung, peserta aktif memberikan saran, tanggapan dan masukan. Pembahasan berjalan kondusif hingga menghasilkan sejumlah kesepakatan yang menjadi dasar penyusunan rencana pembangunan desa.

Setelah seluruh agenda Musrenbang selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Hasil Musyawarah oleh para pihak yang berwenang sebagai bentuk pengesahan terhadap hasil kesepakatan.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan Rembuk Stunting yang membahas langkah-langkah pencegahan dan penanganan stunting di Desa Paya Dua.

Materi pertama disampaikan oleh bidan desa yang memaparkan kondisi stunting berdasarkan data terbaru serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani persoalan tersebut.

Upaya tersebut antara lain melalui pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin, peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Materi berikutnya membahas peran kader dalam melakukan pendampingan terhadap keluarga yang berisiko mengalami stunting. Kader juga memiliki peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita, memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam program percepatan penurunan stunting.

Sementara materi terakhir disampaikan oleh bidan desa Kecamatan Peudawa yang menjelaskan pentingnya intervensi sejak dini dalam mencegah stunting.

Program tersebut mencakup edukasi kesehatan reproduksi, pendampingan keluarga, pembinaan calon pengantin, serta peningkatan pemahaman mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan.

Melalui Musrenbang dan Rembuk Stunting tersebut, Pemerintah Desa Paya Dua berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Upaya percepatan penurunan stunting diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.

(Zainal/Red).


Komentar0

Type above and press Enter to search.